sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

10 juta bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac tiba di Indonesia

Dengan demikian, Indonesia secara keseluruhan telah memiliki 38 juta vaksin Covid-19.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 02 Mar 2021 15:38 WIB
10 juta bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac tiba di Indonesia

Sebanyak 10 juta bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac, China, tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada hari ini (Selasa, 2/3). Dengan demikian, Indonesia memiliki 38 juta vaksin.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan, bahan baku tersebut akan digunakan untuk program vaksinasi Covid-19 tahap kedua, yang menargetkan 16,9 juta petugas layanan publik dan 21,5 juta lansia. "Penawar" itu tersimpan dalam enam envirotainer dan segera dipindahkan menggunakan dua truk menuju kantor pusat PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

“Ke depan, secara bertahap akan datang 185 juta vaksin dari Sinovac. Kita juga masih menunggu dari Pfizer BioNTech, AstraZeneca, dan Novovax,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/3).

Sepuluh juta bulk vaksin itu akan diproses Bio Farma sebelum disuntikkan kepada masyarakat. Perusahan pelat merah tersebut telah mengantongi sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memerinci kategori petugas pelayan publik prioritas penerima vaksin Covid-19 tahap II. Mereka adalah pedagang pasar, tenaga pendidik, tokoh agama, wakil rakyat, ASN, TNI-Polri, petugas pariwisata, kepala/perangkat desa, pekerja transportasi publik, atlet, hingga wartawan.

Untuk kategori pekerja transportasi publik, kata Dante, mencakup petugas tiket seperti moda raya terpadu (MRT), TransJakarta, pelabuhan, bandara, hingga kereta api serta pengemudi macam masinis, pilot, pramugari, kondektur, sopir bus-taksi, kernet, hingga ojek daring atau online (ojol).

Di sisi lain, lansia menjadi prioritas karena berisiko tinggi meninggal dunia jika terpapar Covid-19. Karenanya, pemberian vaksin kepada kelompok ini diharapkan menekan kasus fatalitas, menurunkan laju penularan virus, dan mengurangi beban rumah sakit.

Penetapan kelompok prioritas penerima vaksin diklaim berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Penetapan kelompok prioritas dalam petugas pelayan publik juga merujuk pertimbangan interaksi dan mobilitas tinggi.

Sponsored
Berita Lainnya