sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

11 provinsi jadi prioritas pengamanan Operasi Ketupat 2019

Operasi Ketupat tahun ini mempunyai karakteristik yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 28 Mei 2019 20:34 WIB
11 provinsi jadi prioritas pengamanan Operasi Ketupat 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 236519
Dirawat 55000
Meninggal 9336
Sembuh 170774

Sebanyak 11 provinsi di Indonesia menjadi prioritas utama dalam pengamanan pada saat dilakukan Operasi Ketupat 2019. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menanggapi situasi dan kondisi menjelang hari raya Idul Fitri 2019.

Didampingi Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dalam memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2019 di Lapangan Silang Monas Jakarta, Tito menyampaikan operasi ketupat tahun ini mempunyai karakteristik yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, pelaksanaannya bersamaan dengan Pemilu 2019, maka tingkat kerawanan lebih tinggi. 

“Hal itulah yang membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2019 semakin kompleks," kata Tito di Jakarta pada Selasa (28/5).

Menurut Tito, Operasi Ketupat 2019 akan digelar selama 13 hari ke depan. Terhitung mulai Rabu, 29 Mei sampai Senin, 10 Juni 2019. Operasi ini pun diselenggarakan secara serentak di 34 provinsi di Indonesia. Namun, ada 11 provinsi yang menjadi prioritas utama dalam upaya pengamanan aparat TNI dan Polri.

Kesebelas wilayah hukum itu antara lain Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda DIY, Polda Jawa Timur, Polda Banten, Polda Lampung, Polda Sumatra Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Polda Bali, dan Polda Papua.

Lebih lanjut, kata Tito, Operasi Ketupat 2019 akan melibatkan 160.335 personel gabungan. Rinciannya, terdiri atas 93.589 personel Polri, 13.131 personel TNI, 18.906 personel Kementerian dan Dinas terkait, 11.720 personel Satpol PP, 6.913 personel Pramuka, serta 16.076 personel organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Untuk mengakomodir personel gabungan itu, akan dibangun sebanyak 2.448 pos pengamanan, 764 pos pelayanan, 174 pos terpadu, dan 12 lokasi check point sepeda motor, pada pusat aktivitas masyarakat, lokasi rawan gangguan kamtibmas, serta lokasi rawan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Upaya pengamanan dalam Operasi Ketupat Tahun 2019 antara lain berupa 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan 212 bandara, 3.097 pusat perbelanjaan, 77.217 masjid, dan 3.530 objek wisata.

Sponsored

"Saya memiliki keyakinan dan harapan bahwa keberhasilan yang telah diraih dalam operasi ketupat tahun 2018 akan dapat ditingkatkan di tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, Polri didukung TNI dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2019 akan bekerja keras dan mengerahkan segenap sumber daya dalam pengamanan Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2019. 

Berita Lainnya