sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

12 daerah tetapkan status tanggap darurat banjir

Status tanggap darurat ditetapkan setelah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang terjadi sejak 31 Desember 2019.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 06 Jan 2020 12:18 WIB
12 daerah tetapkan status tanggap darurat banjir

Sebanyak 12 pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat setelah dilanda banjir dan longsor. Pemda-pemda ini tersebar di dua provinsi, yakni Jawa Barat dan Banten. Status tanggap darurat ditetapkan setelah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang terjadi sejak 31 Desember 2019.

Seperti dilansir bnpb.go.id, Senin (6/1), pemda yang telah menetapkan status tanggap darurat mencakup empat kotamadya dan delapan kabupaten. Empat kotamadya itu mencakup Kota Bekasi, Depok, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan. Sedangkan kabupaten meliputi Kabupaten Bekasi, Bandung Barat, Indramayu, Bogor, Karawang, Tangerang, Lebak, dan Serang.

Rata-rata pemda ini menetapkan status tanggap darurat selama seminggu, sejak 1 Januari 2020. Ada pula yang status tanggap daruratnya dua minggu hingga 14 dan 16 Januari 2020. Tanggap darurat dua minggu ini terjadi di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bogor, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang.

Dengan penetapan status tanggap darurat oleh kepala daerah akan mempermudah pemerintah pusat dalam memberikan bantuan. Pemerintah pusat lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat memberikan bantuan dana siap pakai ke pemerintah daerah. Pemda juga dapat menggunakan anggaran belanja tidak terduga yang sudah dianggarkan masing-masing.

Akibat banjir dan longsor, menurut data BNPB, hingga 4 Januari 2020 tercatat sebanyak 1.317 rumah rusak berat, 7 rumah rusak sedang dan 544 rumah rusak ringan. Kemudian 5 fasilitas umum rusak berat, 3 fasilitas pendidikan rusak ringan dan 2 rusak sedang, 2 fasilitas peribadatan rusak sedang dan 24 jembatan mengalami rusak berat.

Hingga Minggu (5/1) pukul 18.00 WIB, jumlah korban meninggal akibat bencana banjir mencapai 60 orang. Dua orang dinyatakan hilang. Jumlah pengungsi bertambah dari semula 92.261 jiwa jadi 100.677 jiwa, terbanyak dari Kabupaten Bogor dan Lebak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB Agus Wibowo, dalam siaran persnya Minggu (5/1) malam menyampaikan, hingga saat ini terdapat 255 titik pengungsi. Terbagi 75 di Kota Bekasi, 27 di Kabupaten Bogor, 6 di Jakarta Timur, 4 di Jakarta Barat, 8 di Jakarta Selatan, 3 di Jakarta Utara, 8 di Kabupaten Lebak, 6 di Kota Depok.

"Titik pengungsian terbanyak yang dicatat Pusdalops BNPB berada di Kota Tangerang Selatan berjumlah 118 titik pengungsian,” jelas Agus.

Sponsored

BNPB telah mengirimkan bantuan ke lokasi yang masih terisolasi dan susah dijangkau melalui darat. Menggunakan Helikopter Bell 412 dengan nomor regist PK-DAS, bantuan mendarat di Lapangan Tegar Beriman Komplek Pemda Kabupaten Bogor pukul 12.00 WIB. Bantuan kemudian dikirim ke lokasi terisolasi di daerah Cileuksa dan Pasir Madang, Kabupaten Bogor.

Menurut Agus, distribusi bantuan dari udara ini dilakukan dua kali sorti. Sorti pertama 500 kg dan sorti kedua 650 kg. Barang yang didistibusikan antara lain air mineral, selimut dan paket sembako. Ia menjelaskan, sulitnya untuk pengisian ulang bahan bakar helikopter dan minimnya informasi cuaca serta keamanan helikopter menjadi kendala pendistribusian. 

Berita Lainnya