logo alinea.id logo alinea.id

15 kabupaten di Papua rawan konflik bersenjata pada pemilu

15 kabupaten itu, ada di antaranya belum mempunyai polres, seperti di Kabupaten Nduga

Hermansah Selasa, 12 Feb 2019 10:18 WIB
15 kabupaten di Papua rawan konflik bersenjata pada pemilu

15 kabupaten dari 28 dan 1 kota di Bumi Cenderawasih rawan konflik bersenjata pada saat pemilu nanti.

"Ada 15 kabupaten, di antaranya Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Mimika, Intan Jaya, Nduga dan Jayawijaya," kata Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar dalam seminar nasional yang mengangkat tema Tantangan dan harapan pembangunan infrastruktur, energi, dan pangan serta lingkungan hidup di Papua dan Papua Barat di Rektorat Universitas Cenderawasih Kota Jayapura, Selasa.

15 kabupaten itu, ada di antaranya belum mempunyai polres, seperti di Kabupaten Nduga, hanya ada pos polisi dan baru belakangan ini ditingkatkan menjadi polsek dengan kekuatan 15 personil.

"Kami mengalami penolakan di Nduga karena trauma operasi Mapenduma pada 1996 lalu. Harapannya hal ini bisa didengar oleh Pak Gubernur Papua dan jajarannya agar bisa membantu untuk penyediaan infrastrukturnya," katanya.

Selain itu, ada kabupaten yang hingga kini jalannya roda pemerintahan dilakukan di luar daerah karena masih ada persoalan internal di lingkungannya. "Itu adalah Kabupaten Intan Jaya, ibu kota Sugapa tapi jalannya pemerintahan di Nabire," ujarnya.

Mengenai pemilu, mantan Kapolda Papua Barat itu mengungkapkan ada 15 ribu TPS, dengan 3 juta lebih DPT yang tersebar di 15 ribu kampung/kelurahan, 500 distrik dan 29 kabupaten/kota.

"Kami bersama TNI siap mengamankan jalannya pesta demokrasi ini, tentunya dibutuhkan dukungan semua pihak," katanya.

Sementara umat beragama di Provinsi Papua menggelar doa dan puasa bersama guna menyambut dan mendorong pemilu legislatif dan presiden 2019 yang aman, damai, bermartabat dan sukses.

Sponsored

Doa dan puasa bersama itu diinisiasi oleh Forum Keurukunan Umat Beragama (FKUB), KPU dan Bawaslu Provinsi Papua yang digelar di salah satu hotel ternama di Kota Jayapura.

Ketua FKUB Provinsi Papua Pdt Lipiyus Biniluk dalam sambutannya mengatakan doa dan puasa bersama itu diharapkan membuat pelaksanaan pemilu legislatif dan presiden dapat berjalan dengan aman, lancar, damai dan tidak ada hambatan-hambatan, yang tentunya dengan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Hanya dengan doa yang tidak mungkin terjadi bisa terjadi. Negara Indonesia berlandaskan Pancasila dengan keberagaman agama suku yang ada di negeri ini. Oleh karena itu, mari kita melaksanakan bersama doa dan puasa ini dengan baik," ucapnya, mengajak. (ant)

 

Cinta bersemi dari aplikasi

Cinta bersemi dari aplikasi

Jumat, 15 Feb 2019 12:59 WIB