sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

2 warga Kota Serang meninggal akibat DBD

Dari Januari hingga Maret 2020, jumlah kasus DBD di Kota Serang mencapai 80 kasus dan dua orang di antaranya meninggal dunia.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Rabu, 25 Mar 2020 05:10 WIB
2 warga Kota Serang meninggal akibat DBD
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 62142
Dirawat 30834
Meninggal 3089
Sembuh 28219

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, M Iqbal mengatakan, jumlah kasus penderita demam berdarah (DBD) di Ibu Kota Banten meningkat. 

"Kalau bicara kasus demam berdarah, memang ada peningkatan," kata Iqbal saat dikonfirnasi, Selasa (24/3).

Dinkes Kota Serang mencatat, dari Januari hingga Maret 2020, jumlah kasus DBD di Kota Serang mencapai 80 kasus dan dua orang di antaranya meninggal dunia.

"Ada dua yang meninggal karena demam berdarah. Hasil investigasi petugas kami, mereka terlambat di bawa ke faskes. Dianggap bukan DBD dan hanya diobati di rumah, tetapi saat di bawa RS sudah tidak bisa ditolong," tuturnya.

Kasus tertinggi berada di dua daerah yakni, di Kecamatan Cipocok dan Kecamatan Serang. Kendati demikian, secara umum penyebaran penderita DBD berada di seluruh kecamatan.

"Ini termasuk (kecamatan) Taktakan juga, tetapi tidak endemik rutin tiap tahun. Sekarang sudah merambah di semua kecamatan tetapi di dominasi kecamatan Cipocok dan Serang," tuturnya.

Tingginya kasus DBD tersebut lantaran rendahnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, Dinkes Kota Serang telah meminta disetiap rumah harus ada yang menjadi relawan untuk memastikan di kolam kamar mandi tidak ada jentik, rutin menguras kolam dua minggu sekali, termasuk di lingkungan rumah.

"Kalau sudah ada kasus, artinya ada nyamuk yang menggigit ke penderita, tidak bisa lagi gotong-royong, harus dilakukan pengasapan," tuturnya.

Sponsored
Berita Lainnya