sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

2019 ditangkap 275 pelaku, Kapolri klaim intensitas terorisme turun

Menurut Idham, tahun ini tercatat delapan kejadian aksi teror. Sementara pada 2018, tercatat ada 19 aksi teror.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 20 Nov 2019 15:12 WIB
2019 ditangkap 275 pelaku, Kapolri klaim intensitas terorisme turun

Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, kepolisian berhasil menangkap 275 pelaku tindak pidana terorisme sepanjang 2019. Meski demikan, kata Idham, intensitas terorisme di Indonesia pada 2019 justru menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Idham, tahun ini tercatat delapan kejadian aksi teror. Sementara pada 2018, tercatat ada 19 aksi teror.

“(Tahun ini) menurun 57% dibanding 2018,” kata Idham saat rapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11).

Idham menuturkan, dari 275 pelaku terorisme yang ditangkap pada 2019, dua orang pelaku sudah divonis.

"42 orang dalam proses persidangan, 220 dalam proses penyidikan, dan tiga orang pelaku meninggal dunia," ujarnya.

Idham mengatakan, sepanjang Juli hingga November 2019, ada dua aksi teror besar di Indonesia. Pertama, peristiwa penyerangan terhadap mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten. Kedua, aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

"Untuk aksi teror di Mapolrestabes Medan, Polri berhasil menangkap 74 orang jaringan teror di 10 wilayah," katanya.

Terkait penyerangan Wiranto, berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku merupakan jaringan dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS. Dia menjelaskan, pelaku penyerangan Wiranto terpapar radikalisme melalui media sosial.

Sponsored

"Sehingga menyerang pemerintah sebagai thogut," kata Idham.