sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

3 skenario haji Kemenag: Normal, pembatasan, dan penundaan

Menag siapkan skenario pelaksanaan haji di tengah pandemi Covid-19.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 08 Apr 2020 18:52 WIB
3 skenario haji Kemenag: Normal, pembatasan, dan penundaan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 27549
Dirawat 17951
Meninggal 1663
Sembuh 7935

Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi mengakui Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan beberapa skenario ihwal pelaksanaan haji 2020. Hal itu disipkan untuk menghadapi kemungkinan dampak Covid-19 bagi pelaksanaan haji.

Skenario pertama, proses mekanisme pelaksanaan haji akan dilakukan biasanya. Kuota jemaah haji pun akan ditetapkan normal, tidak dibatasi.

"Situasi ini diasumsikan haji diselenggarakan dalam risiko relatif kecil yang ditandai situasi kondusif dengan segala bentuk pelayanan di Arab Saudi normal," terang Fachrul saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII secara virtual, Rabu (8/4).

Fachrul mengatakan, skenario tersebut disiapkan dalam  tiap tahap pelaksanaan haji. Mulai dari berangkat hingga pulang ke tanah air. Kemenag tetap akan berusaha meminimalisir dampak Covid-19 hingga ke titil nol.

Skenario kedua, terang Fachrul adalah pembatasan kuota. Skenario ini mengasumsikan haji tetap diselanggarakan, namun dengan pembatasan kuota akibat situasi di Arab Saudi atau jemaah yang masih berisiko.  

Kuota diperkirakan dikurangi hinga 50%, dengan pertimbangan ketersediaan ruangan yang cukup untuk physical distancing. Skenario ini memaksa adanya seleksi mendalam terhadap jemaah dan petugas haji yang berangkat tahun ini.

"Skenario ini menitikberatkan pada prioritas untuk menyesuaikan dengan term of conditions pemerintah RI dan Arab Saudi," tegas dia.

Lebih jauh, yang paling pahit, Kemenag juga menyiapkan skenario penundaan haji.  Skenario ini akan diterapkan dengan asumsi Arab Saudi belum memungkinkan untuk penyelengaraan haji seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sponsored

"Kemenag tidak cukup waktu mempersiapkan penyelengaraan ibadah haji akibat cepatnya perubahan kebijakan pemerintah Arab Saudi, atau Pemerintah RI memilih tidak mengirimkan jemaah haji karena alasan keselamatan atau keamanan," ujar dia.

Diketahui, hingga saat ini Kemenag masih melakukan persiapan-persiapan ibadah Haji, meski Arab Saudi telah mengirimkan surat untuk menunda proses haji.

"Sepanjang belum ada pemberitahuan secara resmi kepada pemerinatah RI tentang pembatalan Haji, maka Kemenag tetap melakukan persiapan sesuai jadwal seperti biasa dengan beberapa penyesuaian akibat Covid-19," kata Fachrul.

Berita Lainnya