sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

3 varian baru Covid-19 sudah masuk Indonesia

Varian of Concern atau VoC yang diwaspadai itu ada tiga jenis yaitu B.117, B.1351, dan B1617.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Rabu, 05 Mei 2021 10:06 WIB
3 varian baru Covid-19 sudah masuk Indonesia

Pemerintah mengonfirmasi ragam varian baru coronavirus telah masuk ke Indonesia. Di antaranya, B117, B1351, dan B1617.

Jubir vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, dibeberapa negara saat ini sedang terjadi mutasi virus yang mengakibatkan lonjakan kasus Covid-19.

Faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus di negara-negara tersebut juga karena mobilitas pergerakan masyarakat.  Menurut dr. Siti Nadia, varian yang digolongkan dengan Varian of Concern atau VoC yang diwaspadai itu ada tiga jenis yaitu B.117, B.1351, dan varian B1617.

"Varian B.117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai 75% dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya," kata Siti Nadia dilansir dari kemkes.go.id, Rabu (5/5).

Varian B.117 saat ini merupakan varian yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara. WHO mencatat, berbagai peningkatan kasus sampai 49% varian B.117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

Terkait mutasi atau varian baru di Indonesia, lanjut Nadia, masih terus diteliti dan melakukan pengujian pada 786 laboratorium. 

Sebaran kasus varian baru di Indonesia antara lain varian jenis B. 1617 ada di Kepulauan Riau 1 kasus, dan DKI Jakarta 1 kasus. Sementara Varian B.117 ada di Sumatera Utara 2 kasus, Sumatera Selatan 1 kasus, Banten 1 kasus, Jawa Barat 5 kasus, Jawa Timur 1 kasus, Bali 1 kasus, Kalimantan Timur 1 kasus. 

Sedangkan, untuk varian B. 1351 ada di Bali 1 kasus. "Jadi, dengan surveilans kita mewaspadai penambahan kasus B. 117 dan B.1351, serta B. 1617 yang sudah masuk ke Indonesia. Hasil akhir ini sudah kami dapatkan dari hasil pemeriksaan per 30 April,'' ucap Nadia.

Sponsored

Untuk mencegah penularan lebih meluas, Nadia mengimbau, kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas. Situasi yang ada di Indonesia mengharuskan masyarakat untuk mematuhi betul apa yang sudah dianjurkan atau dilarang oleh pemerintah.

"Tidak ada yang menjamin bahwa dengan membawa hasil pemeriksaan laboratorium yang negatif selama dalam perjalanan ataupun selama dalam proses kita menuju kampung halaman misalnya, kita tidak terpapar Covid-19,"
tutur Nadia.

Berita Lainnya