sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tak ada ancaman, 30.000 personel TNI-Polri jaga pelantikan presiden

Aparat keamanan dibagi ke dalam dua ring pengamanan selama prosesi pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 14 Okt 2019 20:50 WIB
Tak ada ancaman, 30.000 personel TNI-Polri jaga pelantikan presiden
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Aparat kepolisian menyatakan hingga saat ini belum terdeteksi ancaman kekacauan, yang berpotensi mengganggu pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019. Namun demikian, puluhan ribu personel TNI-Polri tetap disiagakan untuk mengawal acara kenegaraan ini.

"Untuk ke arah sana (potensi kekacauan) belum ada info. Polri, TNI, dan instansi terkait sudah dipersiapkan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Humas Polri, Jakarta, Senin (14/10).

Menurutnya, pola pengamanan pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah disiapkan secara matang. Aparat keamanan akan mengantisipasi segala gangguan yang mungkin terjadi.

Sejumlah objek vital akan dijaga aparat keamanan selama prosesi pelantikan berlangsung. Kediaman Jokowi-Ma'ruf Amin pun akan mendapat penjagaan ketat.

"Objek yang akan dilakukan pengamanan adalah di Istana, tempat prosesi pelantikan, kediaman Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin, serta jalur yang akan dilalui," kata Dedi menerangkan.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, prosesi pelantikan akan dimulai pukul 14.30 WIB. Karena itu, ia meminta seluruh anggota DPR dan tamu undangan dapat hadir tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan.

Dia menjelaskan, pihak DPR RI telah menggelar rapat koordinasi dengan aparat keamanan selama proses pelantikan. 

"Personel yang disiagakan dari TNI-Polri kurang lebih 30.000 personel. Itu akan mengisi ring 1 dan ring 2 yang sudah diatur, sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik," ujar Puan di Kompleks Parlemen Republik Indonesia Senayan Jakarta, Senin (14/10).

Sponsored

Menurutnya, terkait pengamanan juga akan ada pengosongan area yang akan dikondisikan TNI-Polri, sehingga tidak ada orang yang bisa mendekat. 

Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta, Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono mengatakan, prosesi pengamanan pelantikan presiden tidak akan berbeda jauh dengan proses pengamanan saat unjuk rasa mahasiswa beberapa waktu lalu.

"kami sudah menyiapkan parameter yang sudah disiapkan di sekitaran gedung DPR/MPR ini. Kami sudah buat pengamanan seperti saat menghadapi unjuk rasa beberapa hari lalu. Tidak ada yang spesifik," ujar Mayjen Eko di Jakarta, Senin. (Ant)

Berita Lainnya