sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

34.000 TKI kembali saat pandemi, Presiden: Ikuti sampai ke daerah

Pengawasan para pekerja Indonesia yang kembali ke tanah air penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 11 Mei 2020 12:39 WIB
34.000 TKI kembali saat pandemi, Presiden: Ikuti sampai ke daerah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28818
Dirawat 18205
Meninggal 1721
Sembuh 8892

Sebanyak 34.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) akan kembali ke tanah air di tengah pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk mengawasi dan mengikuti pergerakan mereka hingga ke daerah asal.

"Ini agar betul-betul diantisipasi, disiapkan, ditangani proses kedatangan mereka di pintu-pintu masuk yang sudah ditetapkan, dan juga diikuti pergerakan sampai ke daerah," kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas virtual 'Percepatan Penanganan Covid-19' dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/5).

Dia mengatakan, laporan yang diterimanya terdapat sekitar 34.000 pekerja migran Indonesia yang kontraknya akan berakhir pada Mei dan Juni. Mereka akan pulang ke tanah air dan kembali ke daerah asal masing-masing.

Terdapat sebanyak 8.900 orang TKI yang akan pulang ke Jawa Timur. Sebanyak 7.400 orang ke Jawa Tengah, 5.800 ke Jawa Barat, 4.200 orang ke Nusa Tenggara Barat, 2.800 orang ke Sumatera Utara, 1.800 orang ke Lampung, dan 500 orang ke Bali.

Menurut Jokowi, ada dua bandara internasional yang telah disiapkan sebagai pintu masuk kedatangan para PMI yang menggunakan pesawat. Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali.

Bagi para TKI yang bekerja di kapal pesiar, akan masuk melalui pelabuhan Benoa Bali dan Tanjung Balai di Sumatera Utara. Adapun pekerja Indonesia yang pulang dari Malaysia dapat masuk melalui Batam dan Tanjung Balai.

"Saya tegaskan agar diberlakukan protokol kesehatan yang ketat dan memobilisasi sumber daya yang kita miliki. Dan juga agar dipastikan kesiapan tempat karantina dipastikan dan RS rujukan bagi pekerja migran kita," kata Presiden.

Pengawasan kedatangan para pekerja migran Indonesia penting dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus, jika ada TKI yang telah terinfeksi di luar negeri.

Sponsored

Hingga Minggu (10/5), jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 14.032 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 2.698 orang dinyatakan sembuh dan 973 orang meninggal dunia. Jumlah kasus yang terkonfirmasi positif berasal dari hasil pengujian total 158.273 sampel spesimen yang diuji.

Adapun jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Indonesia mencapai 30.317 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 248.690 orang. (Ant)

Berita Lainnya