sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

350 personel TNI dan Polri jaga WNI dari China di Natuna

Polri jamin kondusivitas proses observasi coronavirus di Natuna, pada WNI yang baru dipulangkan dari China.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 03 Feb 2020 16:14 WIB
350 personel TNI dan Polri jaga WNI dari China di Natuna
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Ratusan personel TNI dan Polri dikerahkan untuk menjaga proses observasi 238 warga negara Indonesia yang dikarantina di Natuna. Mereka baru kembali dari Wuhan, Provinsi Hubei, China. Personel yang dikerahkan terdiri dari berbagai kesatuan, yaitu TNI, Polda Kepulauan Riau, Polres Balerang, dan Brimob. 

"Kalau Polri saja 150, itu Polda Kepri dan Polresta Balerang, dan 117 Brimob dikirim ke Natuna. Tapi seluruh gabungan 350 totalnya," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/2).

Menurutnya, setelah sempat ada penolakan terhadap proses inkubasi oleh warga setempat, hari ini situasi di lokasi sudah kondusif. Aparat keamanan telah melakukan dialog dengan berbagai elemen masyarakat setempat untuk menghindari bentrok. 

Aparat TNI dan Polri pun memberi jaminan proses observasi yang dilakukan untuk meneliti kemungkinan terjangkit coronavirus, berlangsung aman hingga prosesnya berakhir. 

"Situasi saat ini kondusif, terjadi dialog antara masyarakat dan aparat. Proses karantina berlangsung sampai saat ini, kita doakan semua kondusif," ucapnya.

Saat 238 orang WNI yang dipulangkan dari China tiba di Natuna pada Minggu (2/2), masyarakat setempat melakukan aksi penolakan. Mereka tak mau daerah yang ditinggali selama ini menjadi lokasi inkubasi atau observasi coronavirus. 

Warga yang melakukan penolakan dengan aksi turun ke jalan, meminta proses inkubasi dipindahkan ke kapal perang Republik Indonesia atau KRI. Masyarakat setempat merasa resah dengan kehadiran ratusan WNI dari China, karena dikhawatirkan membawa coronavirus.

Warga juga meminta pemerintah pusat dan daerah memberi kompensasi jaminan kesehatan seperti posko di Natuna.

Sponsored

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan, dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Minggu (2/2) malam dan pagi hari ini, menunjukkan seluruh WNI dalam keadaan sehat. Menurutnya, mereka masih akan menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan dua kali sehari.

Prosedur yang dijalani merupakan bagian dari proses karantina kesehatan, sesuai dengan standar kesehatan dunia. Pemerintah juga sudah menyiapkan kegiatan harian untuk WNI di Natuna, mulai dari olahraga, kegiatan kesenian, dan juga dukungan pelayanan lain selama 14 hari masa observasi.

Berita Lainnya