sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

4 warga meninggal dunia akibat gempa Ambon

Korban meninggal dunia bernama Narti Rumain, Mateis Frans, La Nai, dan Haja Kebo. 

Satriani Ariwulan
Satriani Ariwulan Kamis, 26 Sep 2019 11:49 WIB
4 warga meninggal dunia akibat gempa Ambon

Empat orang meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang ibu kota Provinsi Maluku dan sekitarnya pada Kamis (26/9) pagi. Keempatnya, yakni Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon Narti Rumain, Mateis Frans, La Nai, dan Haja Kebo. 

Dinas Sosial Maluku mencatat tiga warga meninggal dunia akibat dampak gempa magnitudo 6,8 yang mengguncang ibu kota Provinsi Maluku dan sekitarnya. Kadis Sosial Maluku, Sartono Pinning, Kamis siang mengatakan tiga warga meninggal sebagai dampak gempa tersebut, yakni Narti Rumain akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Selain itu, seorang penambang pasir di desa Nania, kecamatan Teluk Ambon, Mateis Frans karena tertimbun pasir dan warga Dusun Wailusun, Desa Waai, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, La Nai akibat reruntuhan bangunan.

"Kami juga mendata dua warga lainnya, yakni Djamila Lasaiba dan Gamar Assagaff sedang dalam perawatan karena tertimpa reruntuhan bangunan," ujarnya.

Sartono yang sedang berada di Jakarta dalam rangka tugas dinas itu mengatakan, telah berkoordinasi dengan semua potensi maupun Tagana yang disebarkan untuk memantau situasi dan mengecek dampak lain guna mempertimbangkan langkah lebih lanjut sesuai tugas dan SOP.

"Kami juga mendorong dukungan tenda ke RSUD Haulussy Ambon untuk digunakan sebagai penampungan sementara pasien yang telah diungsikan di luar gedung," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muslimin, di Ambon, Kamis, mengatakan Haja Kebo meninggal dunia akibat gempa bumi susulan yang mengguncang Pulau Ambon berkekuatan magnitudo 5,6. Haja meninggal saat berupaya menyelamatkan diri dengan sepeda motor. 

Menurut Muslimin, korban meninggal karena terjatuh dari sepeda motor ketika berusaha menyelamatkan diri saat terjadi guncangan susulan. 

Sponsored

Haja Kebo merupakan orang tua kandung dari salah satu staf Kantor Basarnas Ambon bernama Kunu Akbar dan berdomisili di kawasan Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon.

Gempa bumi tersebut juga menyebabkan sebuah kios penjual minyak di kawasan Waitatiri terbakar.

Kendati Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Sunardi telah menyampaikan gempa tidak menimbulkan tsunami, namun masih terjadi kekhawatiran di tengah masyarakat. Ribuan warga kota mengungsi ke tempat-tempat yang posisinya lebih tinggi dari permukaan laut seperti kawasan Karangpanjang, dan terlihat puluhan anak-anak sekolah dasar yang berlindung di Kantor Wilayah anggaran Ditjen Pajak.

Gempa sebelumnya dengan magnitudo 6,8 berpusat di 40 km timur laut Ambon Maluku, 43 km Tenggara Seram bagian Barat, 59 km Barat daya Maluku Tengah, 92 km timur laut Buru Selatan, dan 2.420 km timur laut Jakarta.

Gempa susulan kekuatan magnitudo 5,6 terjadi di timur laut Ambon, Maluku, pada 09.39 WIT setelah gempa dengan magnitudo 6,8 terjadi pada 08.46 WIT.

Data BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 09.39 WIT dengan kekuatan magnitudo 5,6 dengan pusat gempa ada di kedalaman 10 kilometer di bawah laut dan berjarak 18 km sebelah timur laut Ambon.

BMKG juga memberikan imbauan pada masyarakat untuk berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi. (Ant)

Berita Lainnya