sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

400 TKI asal Banten masih terjebak di luar negeri

Mereka tidak bisa pulang karena tidak memiliki biaya akibat gaji tidak dibayar dan tidak memiliki dokumen karena berangkat ilegal.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Selasa, 25 Jun 2019 12:18 WIB
400 TKI asal Banten masih terjebak di luar negeri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mencatat sebanyak 400 buruh migran asal Banten masih terjebak di luar negeri. Mereka belum bisa kembali ke Tanah Air karena berbagai hal. 

Ketua SBMI Banten Maftuh Hafi Salim mengatakan ada beberapa faktor Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Timur Tengah dan Malaysia belum bisa pulang ke kampung halaman, di antaranya tidak memiliki biaya karena gaji tidak dibayar, TKI yang tidak memiliki dokumen karena berangkat secara ilegal.

Kemudian ada beberapa perempuan asal Pandeglang tidak bisa pulang karena menjadi korban pengantin pesanan di China. "Kalau TKI yang belum dipulang dari data SBMI itu sekitar 400 orang. Tersebar di Timur Tengah dan Malaysia," kata Maftuh kepada wartawan, Selasa (25/6).

Sementara, untuk buruh migran yang berhasil dipulangkan selama periode 2018-2019 sebanyak 250 orang. Di mana 17 orang di antaranya dalam kondisi mengalami luka akibat disiksa dan kekerasan seksual, hingga meninggal dunia karena dibunuh dan bunuh diri. 

Sponsored

Maftuh mengaku kesulitan mendampingi para buruh migran tersebut. Sebab, tidak ada bantuan pemerintah daerah, baik secara kebijakan dan simpatik kepada warganya yang sedang bekerja di luar negeri.

"Selama ini pemerintah daerah tidak peduli, baik pemerintah kabupaten Serang maupun Provinsi Banten. Kami beberapa kali melayangkan surat audiensi ke Gubernur sampai detik ini tidak ada tanggapan," katanya.

Padahal, berdasarkan data Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, warga Banten menjadi zona merah pemberangkatan TKI ilegal. Beberapa wilayah di Serang disebut kampung TKI, salah satunya Desa Lontar, Tirtayasa, Kabupaten Serang.

Berita Lainnya