sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

5 diduga meninggal, 423 penambang emas Papua dievakuasi

Tambang emas ilegal diserang sejumlah warga di antara perbatasan Asmat dan Yahukimo, Papua.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 06 Sep 2019 20:38 WIB
5 diduga meninggal, 423 penambang emas Papua dievakuasi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

Tambang emas ilegal diserang sejumlah warga di antara perbatasan Asmat dan Yahukimo, Papua.

Polisi menyatakan tim yang dibentuk untuk mengusut kematian lima pekerja tambang di perbatasan Asmat dan Yahukimo, Papua telah mengevakuasi ratusan pekerja.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan tim telah sampai ke lokasi penambangan yang cukup jauh dari pemukiman warga dan mengevakuasi pekerja untuk menghindari adanya serangan serupa. Apalagi, dari ratusan pekerja yang dievakuasi terdapat enam orang mengalami luka bacok.

“Jumlah orang yang dievakuasi itu ada 423, yang 4 September itu berhasil dievakuasi 288, 5 September dievakuasi 189 dan enam orang yang luka bacok itu dibawa ke Rumah Sakit Tanah Merah,” kata Dedi di Humas Polri, Jakarta, Jumat (6/9).

Dedi menyatakan untuk lima orang pekerja yang diduga meninggal dunia sampai saat ini masih belum ditemukan. Tim masih mencari keberadaan jasad kelima pekerja tersebut.

Menurut Dedi, tambang tersebut adalah tambang ilegal. Kendati demikian, keberadaan tambang itu sudah lama ada.

“Memang itu pendulangan emas ilegal itu sudah cukup lama. Itu jaraknya cukup jauh,” tutur Dedi.

Seperti diketahui sebelumnya polisi menerima adanya laporan penyerangan terhadap pekerja tambang di daerah perbatasan Yahukimo dan Asmat yang menyebabkan lima pekerja meninggal akibat panah dan senjata tajam. Sampai saat ini kelima jasad dan identitasnya belum diketahui.

Sponsored
Berita Lainnya