sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

5 jurus Wali Kota Bogor kendalikan tembakau

Bima Arya beber 5 aspek penentu konsistensi pengendalian tembakau.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Rabu, 07 Okt 2020 17:37 WIB
5 jurus Wali Kota Bogor kendalikan tembakau
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto menyampaikan lima aspek penentu konsistensi pengendalian tembakau.

Pertama, jelas Bima adalah komitmen politik. Legislatif maupun eksekutif harus memiliki semangat yang sama dalam menangani masalah itu.

Berkenaan dengan komitmen tersebut, Bima mengatakan dirinya sudah melanjutkan upaya-upaya pengendalian tembakau di Kota Bogor yang sudah dilakukan pejabat sebelumnya.

Bahkan, lanjut Bima, menguatkan dalam bentuk regulasi yang menjadi aspek kedua dalam pengendalian tembakau.

"Kita sudah punya regulasi, mulai dari regulasi Perda (Peraturan Daerah) tentang KTR (Kawasan Tanpa Rokok), kemudian regulasi tentang pelarangan iklan tembakau, kemudian diperbaharui lagi yang terakhir dengan revisi Perda yang lebih tajam lagi," ujarnya dalam Forum Alinea.id, Rabu (7/10).

Aspek berikutnya, sambung Bima, adanya pengawasan dalam implementasi. Berkenaan dengan itu, Kota Bogor membentuk tim khusus yang berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kejaksaan. Mereka bertugas memastikan aturan terkait pengendalian tembakau ditegakkan.

Aspek penting dalam pengendalian tembakau keempat adalah ketersediaan data. Wewujudkan ini, Bima berpesan agar Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya harus memperbaharui data yang berhubungan dengan tembakau.

"Saya kira selalu update data tentang kedisiplinan kita, data tentang efektivitas Perda, data tentang PAD kita, data tentang prevalensi rokok, dan sebagainya," ujarnya.

Sponsored

Aspek kelima, kata Bima, adalah memperkuat jejaring. Dia mengakui, Pemerintah Kota Bogor tak bisa melakukan sendiri dalam pengendalian tembakau dan membutuhkan kolaborasi dengan masyarakat dan universitas.

"Jadi intinya lima ini yang menentukan kesuksesan kita. Di Bogor komitmen ini dipatok secara nyata dalam RPJMN kita dalam visi Pemerintahan Kota Bogor. Visi kita jelas, kota ramah keluarga, kemudian misi diturunkan juga seperti itu," ucapnya.

Berita Lainnya