sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ironis! 500 nakes RSD Wisma Atlet Kemayoran belum terima insentif

Sejak November 2020 nakes di RSD Wisma Atlet Kemayoran belum menerima insentif.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 07 Mei 2021 11:38 WIB
Ironis! 500 nakes RSD Wisma Atlet Kemayoran belum terima insentif

Sebanyak 500 tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Darurat(RSD) Wisma Atlet belum terima insentif sejak November 2020. Ini sungguh ironi. Mereka bekerja tanpa lelah siang dan malam untuk menyelamatkan pasien sejak wabah coronavirus merebak di Indonesia. 

Sudah semestinya pemerintah menjamin kesejahteraan mereka. Sebab, nakes berisiko tinggi terpapar Covid-19 dari pasiennya.

"Untuk bulan Mei 2021 ini juga belum nampak ada pencairan, karena biasanya pencairan insentif diberikan antara tanggal 16-20 setiap bulannya. Kondisi ini sangat memprihatinkan," ujar Koordinator Jaringan Nakes Indonesia (JarNAKES Indonesia) Fatir. M Natsir dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5).

Di sisi lain, nakes juga harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dari transport, makan, tempat tinggal, hingga kuota internet. Apalagi, bagi perempuan yang telah berkeluarga tentu beban tanggung jawab berkali lipat.

"Keluarga para nakes juga terhimpit antara kebutuhan ekonomi, keinginan berkumpul, dan bayangan risiko tertular Covid-19," ucap dia.

Upaya memperoleh hak-nya justru berujung intimidasi dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). Tuntutan nakes biasanya dijawab dengan kurang simpatik, karena istilah relawan dianggap sebagai pekerja sukarela alias tidak berhak mendapatkan insentif, gaji, dan tunjangan. 

Setiap nakes yang direkrut memiliki surat kontrak kerja atau SPRIN (Surat Perintah) atau Nota Dinas yang dikeluarkan oleh PPSDM Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Nota Dinas berlaku selama 1 bulan dan akan diperpanjang kembali selama nakes masih aktif.

Siklus masa kerja nakes dari unsur dokter agar berbeda. Sebab, bekerja selama dua kali siklus (dua bulan), kemudian di-rolling dengan dokter lainnya. 

Sponsored

"Perlu diketahui bahwa besaran insentif untuk perawat di RSDC Wisma Atlet adalah 7,5 juta, sedangkan insentif untuk dokter jumlahnya 10 juta, dokter spesialis 15 juta, dan untuk bidan dan tenaga kesehatan lainnya 5 juta. Nah, yang menjadi pertanyaan besar adalah kemana aliran dana sebesar itu digunakan? Dan mengapa belum dialokasikan?," ucapnya.

JarNakes Indonesia menuntut pemerintah untuk membayar insentif nakes yang menunggak selama pandemi Covid-19. JarNakes juga meminta pemerintah mempermudah pendataan dan birokrasi pembayaran insentif nakes secara merata dari pusat hingga ke daerah.

Berita Lainnya