sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

6 kurir pembawa uang serangan fajar Rp90 miliar ditangkap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut penangkapan enam orang kurir pembawa uang Rp90 miliar untuk serangan fajar adalah peringatan.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 16 Apr 2019 23:39 WIB
6 kurir pembawa uang serangan fajar Rp90 miliar ditangkap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut penangkapan enam orang kurir pembawa uang Rp90 miliar untuk serangan fajar adalah peringatan keras.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, penangkapan enam kurir yang membawa uang Rp90 miliar di Bandara Soekarno-Hatta merupakan sebuah peringatan keras dari para penegak hukum terhadap pelaku serangan fajar.

"Sebetulnya kemarin itu juga menjadi peringatan. Itu kan yang Rp90 miliar yang katanya money changer kalau enggak salah. Jadi, itu peringatan. Pasti polisi akan menelisik lebih jauh apa benar itu terjadi secara wajar," tutur Agus di Jakarta, Selasa (16/4).

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, persoalan penindakan atas pelaku serangan fajar bukanlah wewenang KPK. Ia menggarisbawahi pengecualian untuk calon anggota legislatif (caleg) petahana.

Agus menegaskan, bahwa yang berwewenang menindak serangan fajar adalah Kepolisian dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Posisi KPK, kata Agus, adalah sebagai pembantu, terutama dalam menindaklanjuti pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) caleg petahana.

"Terus terang, KPK tidak punya wewenang, kecuali jika ia pejabat publik atau petahana. Kita kan tidak mempunyai kewenangan untuk menindak money politic. Apalagi misalnya melibatkan pihak swasta," kata Agus.

Sementara Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengimbau aparat penegak hukum untuk mewaspadai serangan fajar yang tentunya kian massif menjelang detik-detik pencoblosan.

Oleh karena itu, Adnan berharap aparat penegak hukum mengadakan pengawasan intensif selama pelaksanaan pemilu. 

Sponsored

"Masih ada waktu sebelum pencoblosan, mata penegak hukum sebaiknya lebih awas dalam menjalankan fungsinya dan membongkar praktik politik uang. Terutama sebelum serangan fajar itu dibagikan. Karena kalau sudah dibagikan, itu sudah terlambat," kata Adnan.

Ia pun mempertanyakan jawaban enam kurir yang mengaku sebagai pegawai money changer atau penukaran uang. Sebab, Adnan turut memperkirakan, bahwa uang Rp90 miliar tersebut sengaja disiapkan untuk serangan fajar.

"Karena kalau money changer tidak begitu caranya, masa bawa uang cash lewat bandara," tutur Adnan.