sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

7 jurus Mentan Syahrul Yasin Limpo jinakkan La Nina

Intensitas curah hujan yang tinggi ini akan memicu banjir hingga tanah longsor.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Senin, 26 Okt 2020 19:29 WIB
7 jurus Mentan Syahrul Yasin Limpo jinakkan La Nina
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

La Nina telah melanda Indonesia. Puncak anomali iklim ini diperkirakan terjadi pada Desember 2020 hingga Januari 2021. Dampak dari penyimpangan iklim itu bakal terjadi akumulasi curah hujan bulanan di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Peningkatannya sebesar 20%-40% di atas normal. Intensitas curah hujan yang tinggi ini akan memicu banjir hingga tanah longsor. Beberapa wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan curah hujan adalah Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Bagi sentra pertanian, banjir serta longsor bisa membuat tanaman rusak dan gagal dipanen.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengaku, telah menyiapkan sejumlah jurus untuk mengantisipasi dan memitigasi dampak La Nina yang berujung banjir dan longsor. Dalam konferensi pers penetapan target luas tanam di Ruang Agriculture War Room Kementerian Pertanian (Kementan) di Ragunan, Jakarta, Senin (26/10).

Politikus Partai NasDem itu menguraikan, tujuh jurus yang bakal dilakukan. Pertama, memetakan (mapping) wilayah rawan banjir sesuai tingkat intensitas curah hujan di daerah. "Semua jajaran pemerintahan harus mampu mapping wilayah rawan banjir, yang mana daerah merah, kuning, dan hijau. Semua tetap waspada dan kami prediksi daerah rawan itu. Kalau mapping-nya ada, tentu persiapan kami akan lebih maksimal," kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.

Strategi kedua, memanfaatkan sistem peringatan dini (early warning system). Caranya, dengan memantau laporan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG untuk diantisipasi oleh jajaran Kementan.

Ketiga, kata Syahrul, membentuk brigade bencana alam. Brigade ini bersiaga di setiap provinsi hingga kabupaten. Keempat, melakukan pompanisasi in and out dari sawah, serta merehabilitasi jaringan tersier, terutama di daerah rawan banjir.

Jurus berikutnya, menggunakan benih yang tahan genangan air, seperti varietas inpara 1 sampai 10, inpari 29, dan inpari 30. "Itu varietas unggul lokal yang kami miliki."

Keenam, memberikan asuransi usaha tani padi dan bantuan benih gratis bagi petani yang mengalami gagal panen. Terakhir, mengoptimalisasi kegiatan pascapanen dengan menggunakan pengering.

Sponsored

Syahrul Yasin meminta, pemerintah daerah memperhatikan serius penggunaan pengering dan rice milling unit. Karena ini, bisa menjadi jalan keluar saat hujan agar hasil panen tidak rusak.

Berita Lainnya