sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

8 kepala kampung di Biak Numfor belum terima dana Prospek Otsus

Besaran alokasi penerimaan dana Prospek Otsus Papua tahun 2018 untuk Kabupaten Biak Numfor, menurut Setyo Budi, mencapai sebesar Rp25 miliar

Fandy Hutari
Fandy Hutari Minggu, 08 Sep 2019 04:00 WIB
8 kepala kampung di Biak Numfor belum terima dana Prospek Otsus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Sebanyak delapan kepala kampung di Kabupaten Biak Numfor, Papua hingga saat ini masih belum mencairkan dana Program Strategis Pembangunan Ekonomi dan Kelembagaan Kampung (Prospek) yang bersumber dari dana otonomi khusus (otsus) Papua tahun anggaran 2018, Jumat (6/9).

"Kami sudah memberitahukan informasi kepada delapan kepala kampung di Biak untuk dapat mengurus pencairan dana Prospek Papua," ujar Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Biak Setyo Budi di Biak.

Setyo Budi mengatakan, salah satu syarat pengajuan pencairan dana Prospek Papua tahun 2018, yakni harus melengkapi berkas administrasi laporan pertanggung jawaban penggunaan dana dari pemerintah kampung setempat.

Besaran alokasi penerimaan dana Prospek Otsus Papua tahun 2018 untuk Kabupaten Biak Numfor, menurut Setyo Budi, mencapai sebesar Rp25 miliar untuk 257 kampung tersebar di 19 distrik/kecamatan.

"Sesuai dengan data tiap kampung akan mendapat pembagian dana Prospek Papua tahun 2018 sebesar Rp94 juta/desa," ujar Setyo Budi.

Ia menyebut, penggunaan dana Prospek Papua dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan pembangunan masyarakat orang asli Papua di berbagai kampung.

Untuk penggunaan dana Prospek Papua, menurut Setyo Budi, dilakukan pembahasan bersama dengan pemerintahan kampung, Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), serta tenaga pendamping kampung setempat.

"Prospek Papua merupakan dana stimulan untuk meningkatkan kesejahteraan orang asli Papua di 257 kampung," ujarnya.

Berdasarkan data dana Prospek Papua tahun 2018 sebesar Rp25 miliar merupakan program kebijakan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk memenuhi kebutuhan warga asli Papua pada 257 kampung untuk sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal asli. (Ant).

Berita Lainnya