sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

9.000 relawan NU disebar untuk penanganan Covid-19

Terdapat beberapa kegiatan yang telah dilakukan NU dalam rangka membantu pemerintah melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Zahra Azria
Zahra Azria Selasa, 29 Des 2020 12:30 WIB
9.000 relawan NU disebar untuk penanganan Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.314.634
Dirawat 157.705
Meninggal 35.518
Sembuh 1.121.411

Sekitar 9.000 relawan NU disebar di seluruh daerah untuk membantu melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19. Relawan itu dibagi menjadi tiga bagian, ada relawan yang khusus untuk medis, psychosocial, dan bidang agama. 

Sekretaris Satgas NU Peduli Covid-19 Surotul Ilmiyah menyebutkan, terdapat beberapa kegiatan yang telah dilakukan NU dalam rangka membantu pemerintah melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19. Antara lain, berupa kegiatan promotif, preventif, kuratif, pemulihan ekonomi, serta koordinasi. 

Pada kegiatan promotif sebanyak 32 provinsi dari seluruh Indonesia sudah memiliki Satgas NU Peduli Covid. Kemudian ada sekitar 300 kabupaten yang sudah memilki posko NU Peduli Covid di tingkat kabupaten. 

“Kegiatan promotif preventif kami melakukan beberapa pelatihan. Sampai saat ini ada sekitar 3.500 pelatihan webinar maupun offline yang sudah diselenggarakan. Baik di komunitas masyrakat, pesantren, maupun komunitas pasar,” ujar Surotul dalam Webinar “Sarasehan Penanggulangan Bencana “Catatan Akhir di Tahun Pandemi Covid-19 (2020)” Selasa, (29/12) pagi.

NU juga menyiapkan mobil edukasi keliling atau car of Covid-19 care. Di sini NU melakukan beberapa pendekatan komunikasi berdasarkan bahasa daerah sesuai wilayah masing-masing. Agar masyarakat lebih memahami apa yang disampaikan jika menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.

Untuk kegiatan yang sifatnya preventif, Satgas NU Peduli Covid melakukan kegiatan seperti pemberian bantuan berupa handsanitizer, APD, masker, fasilitas cuci tangan, mobilisasi pemulangan santri, serta konsultasi psychosicial.

Kemudian pada kegiatan kuratif Satgas NU Peduli Covid berusaha membangun fasilitas layanan rujukan mulai dari posko-posko level kabupaten dan pesantren melalui sekitar 23 rumah sakit. Surotul mengatakan bagi daerah yang belum terlayani oleh rumah sakit dari Satgas NU Peduli Covid, disediakan pula beberapa klinik untuk pencegahan dan penanganan Covid-19.

Untuk memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi Satgas NU menyediakan hot line center yang akan menghubungkan masyarakat dengan posko NU peduli Covid.

Sponsored

Dalam kesempatan yang sama perwakilan dari Forum Pengurangan Risiko Berencana (PRB) DI Yogyakarta Ranie Hapsari mengatakan, dalam merespons situasi Covid-19 di DIY, terdapat tiga ruang lingkup yang sudah dilakukan oleh forum PRB.

Menurutnya saat Yogyakarta dinyatakan tanggap darurat Covid-19 pada 29 Maret 2020 PRB melakukan koordinasi terhadap kebijakan yang perlu diupayakan dalam penanganan Covid di DIY. Koordinasi tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi.

“Beberapa rekomendasi PRB sampaikan baik kepada Bappeda, Sekretaris Daerah, Wakil Gubernur. Antara lain pentingnya memberikan pemenuhan kebutuhan dasar terutama bagi masyarakat yang non PNS, non Polri, non TNI, dan yang terkonfirmasi positif Covid,” tutur Ranie.

Kemudian pelibatan unsur nonpemerintah menjadi hal yang sangat penting karena terdapat SDM yang dapat dikontribusikan bagi penanganan Covid di Yogyakarta.

Selanjutnya hal yang berkaitan dengan skema jaring pengaman sosial terutama bagi masyarakat yang terdampak ekonominya. Karena catatan dari Dinas Tenaga Kerja DIY, ada ribuan masyarakat yang mengalami PHK. Lalu mengenai akses informasi baik terkait dengan kebijakan, penanganan, edukasi, dan  pengetahuan yang saat ini beredar selayaknya bisa diakses oleh siapapun termasuk difabel dan lansia. Terakhir, menurut Ranie, sangat penting menyediakan rumah sakit lapangan.

Berita Lainnya