sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

95.417 kendaraan memasuki Jakarta pada arus balik

Kendati begitu, kondisi arus lalu lintas terpantau relatif lancar hingga pagi hari tadi.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 08 Jun 2019 15:30 WIB
95.417 kendaraan memasuki Jakarta pada arus balik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Kendaraan arus balik yang masuk ke Jakarta sudah mencapai 95.417. Kendaraan tersebut datang dari arah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hal itu berdasarkan pantauan dari jalur Nagreg yang dilakukan Kementerian Perhubungan.

"Terdapat 95.417 kendaraan bermotor yang balik ke Jakarta dari delapan titik jalur nontol. Kedelapan titik pantauan tersebut merupakan Merak, Sadang, Balonggandu, Rancaekek, Prupuk, Pejagan, Tegal, dan Kendal,"  tutur Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Kemenhub I Nyoman Sukayadnya dalam pengarahan media di Kemenhub, Jakarta, Sabtu (8/6).

Kendati begitu, pada sejumlah lokasi itu, kondisi arus lalu lintas terpantau relatif lancar hingga pagi hari tadi.

"Total kendaraan bermotor untuk arah masuk sebesar 95.417 kendaraan, mengalami penurunan 32,39% jika dibandingkan dengan 2018 sebesar 141.135 kendaraan," tambahnya.

Sedangkan, jumlah kendaraan yang keluar dari Ibu Kota sebanyak 76.108 kendaraan, mengalami penurunan 21,99% jika dibandingkan dengan 2018 sebesar 97.570 kendaraan.

Sukayadnya memaparkan, rincian total kendaraan bermotor mencakup sepeda motor untuk arah keluar sebesar 33.821 kendaraan, mengalami penurunan dibanding dengan 2018 sebesar 59.762 kendaraan.

Sementara untuk arah masuk sebanyak 45.431 kendaraan, dan mengalami penurunan 35,68% dibandingkan dengan 2018 yakni sekitar 84.600 kendaraan.

Sama seperti kendaraan pribadi, jumlah keberangkatan bus pada Sabtu pun mengalami penurunan 50,58%.

Sponsored

"Data terbaru keberangkatan bus hari ini sebesar 6.203, turun dibanding 12.552 bus pada 2018," kata dia.

Jumlah keberangkatan penumpang pun menurun 50,33% dari 272.732 orang pada 2018 menjadi 135.454 orang pada 2019. 

Selanjutnya, angkutan kereta api pun secara umum masih terlihat kondusif tanpa ada gangguan dari H+1 mudik Lebaran.

"Pada 2019 sebanyak 342.093 orang dan 2018 sebanyak 376.945 orang, itu mengalami penurunan 9,24%," ujar Sukayadnya.

Sedangkan, untuk angkutan laut dari 51 pelabuhan secara umum terkendali, tanpa ada penumpang yang tak terangkut. Jumlah penumpang naik pada 2019 sebanyak 60.175 orang dibandingkan dengan 2018 sebanyak 68.745, atau mengalami penurunan sebesar 12.46%.

Sementara itu, dari angkutan udara sebanyak 36 bandara yang terpantau untuk dalam negeri total pesawat yang memberangkatkan penumpang mencapai 1.598 flight dibandingkan 2018 sebanyak 2.174 flight atau terjadi penurunan 26,46%.

Lantas, pada 2019 jumlah penumpang yang diangkut sebesar 182.474 orang, turun 37,18% dibandingkan 2018 sebesar 290.502 orang.

Berita Lainnya