sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ahli: PMK umumnya tidak menginfeksi manusia

Orang yang terinfeksi virus PMK umumnya mengalami gejala sakit ringan yang bersifat self-limiting.

Gempita Surya
Gempita Surya Minggu, 26 Jun 2022 16:03 WIB
Ahli: PMK umumnya tidak menginfeksi manusia

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang tengah merebak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Salah satu yang diwaspadai adalah penularan wabah ini dari hewan ke manusia.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Erni Juwita Nelwan mengungkapkan, ada risiko manusia bisa terpapar virus PMK. Risiko ini umumnya muncul jika terjadi kontak erat dengan hewan yang tertular virus PMK.

"Bisa nggak menular ke manusia? Bisa, karena kita kontak, virusnya bisa masuk," ujar Erni dalam diskusi bertajuk Mewaspadai PMK pada Hewan terhadap Kesehatan Manusia yang digelar FNM Society secara daring, Minggu (26/6).

Erni memaparkan, orang yang terinfeksi virus PMK umumnya mengalami gejala sakit ringan yang bersifat self-limiting. Artinya, gejala ringan yang dialami seperti gangguan pernapasan dapat sembuh dengan sendirinya.

Menurut Erni, infeksi PMK pada manusia umumnya tidak terjadi. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di PubMed pada 2001, kasus terakhir PMK menginfeksi manusia dilaporkan terjadi di Inggris pada 1966.

Hasil studi yang sama mengungkapkan, PMK dapat ditularkan kepada manusia. Namun, virus ini sangat sulit menembus sistem imun manusia, sehingga efeknya menjadi rendah.

"PMK pada hewan itu sangat jarang sekali bisa menyebabkan sakit yang berat pada manusia," kata Erni.

Erni menambahkan, kecil kemungkinan virus PMK yang menginfeksi manusia untuk memperbanyak diri, sehingga potensi manusia menjadi pembawa virus atau carrier sangat minim. Kendati demikian, pihaknya mengimbau seluruh pihak untuk tetap mewaspadai hal ini.

Sponsored

"Implikasinya ada atau tidak? Saya tetap katakan ada, tetapi bukan ancaman yang menakutkan. Tapi bukan berarti tidak ada," tuturnya.

Menurut Erni, perlu ada edukasi terkait risiko paparan bagi orang-orang yang melakukan kontak dengan hewan tertular PMK, seperti para peternak. Pihaknya menilai, faktor ketahanan tubuh yang berbeda-beda di tiap orang berisiko terpapar PMK melalui kontak erat harus diperhatikan agar tidak timbul masalah kesehatan baru.

"Tetap cegah sebaik-baiknya walaupun tidak terbukti. Kita sebagai host punya pertahanan tubuh berbeda, dan bisa menimbulkan risiko yang berbeda. Jangan sampai ada masalah kesehatan baru," kata Erni.

Erni juga mengajak masyarakat untuk sama-sama berperan mengawasi penanganan PMK. Masyarakat diimbau untuk mencari sumber informasi yang tepat dan terpercaya, sehingga dapat mencegah hoaks terkait PMK dan penanganannya.

Berita Lainnya
×
tekid