sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AJI dan Polda Jabar mediasi kekerasan jurnalis di Hari Buruh

Propam memeriksa oknum polisi yang diduga menganiaya jurnalis dalam aksi Hari Buruh.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 02 Mei 2019 11:19 WIB
AJI dan Polda Jabar mediasi kekerasan jurnalis di Hari Buruh
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Pihak Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan Polda Jawa Barat (Jabar) melakukan mediasi terkait dugaan penganiayaan dua orang jurnalis saat perayaan Hari Buruh pada Rabu (1/5) kemarin. Mediasi dilakukan dengan mempertemukan dua jurnalis korban dan oknum polisi yang diduga menjadi pelaku kekerasan 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihak AJI sudah mendatangi Polda Jabar untuk menyatakan sikap atas dugaan tindak kekerasan tersebut. Menurutnya, oknum polisi yang diduga melakukan tindak kekerasan juga telah ditangani Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).

“Yang jelas, untuk anggota Polri yang diduga melakukan tindakan kekerasan sudah dimintai keterangan. Hari ini prosesnya akan ditindak lanjuti bersama AJI dan dari temen-temen media di sana,” ujar Dedi di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (2/5).

Menurut Dedi, polisi akan meminta hasil visum korban untuk memproses kasus itu. Jika ditemukan adanya pelanggaran dalam sikap polisi, maka Propam akan menindak sesuai dengan aturan.

Dedi menyatakan, Polri juga akan menyampaikan masukan kepada AJI dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), terkait pelaksanaan tugas jurnalis dalam peliputan aksi. Pasalnya, polisi merasa perlu adanya pembeda antara jurnalis dengan massa aksi.

“Kalau yang di Bandung itu karena identitas persnya itu tidak keliatan, menggunakan baju yang sama, warna yang gelap, jadi di saat terjadi chaos, kejadian seperti itu terulang kembali. Saya sudah peringatkan hari ini kordinasi dengan PWI dan AJI,” kata Dedi menuturkan.

Nantinya, Dedi melanjutkan, polisi akan menyediakan pita merah putih untuk dipakai, jika saat meliput aksi seorang jurnalis yang tidak menggunakan identitas, rompi, atau baju pers.

Kekerasan terhadap dua orang jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya, kembali terjadi di acara peringatan Hari Buruh pada Rabu (1/5) kemarin. Fotografer Tempo Prima Mulia dan jurnalis lepas Iqbal Kusumadireza, mengalami kekerasan saat berupaya mengabadikan keributan polisi dengan massa di kawasan Dipatiukur, Bandung, Jawa Barat.

Sponsored

Selain menerima kekerasan verbal dan fisik, foto-foto yang berhasil mereka abadikan dalam peristiwa itu juga dirampas polisi. 

Berita Lainnya