sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Akademisi UGM sebut logika Ketua KPK berantakan

Ketua KPK, Firli Bahuri, menilai, lebih banyak orang baik daripada koruptor di Indonesia.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Senin, 19 Apr 2021 20:16 WIB
Akademisi UGM sebut logika Ketua KPK berantakan

Pakar hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar, mengkritik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, yang menyebut jauh lebih banyak orang baik daripada koruptor. Logika pernyataan tersebut dianggap berantakan.

"Logika yang sebenarnya cenderung tidak nyambung. Kenapa? Karena 1.550 orang itu hanya yang terungkap," ujar dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) ini dalam webinar yang disiarkan kanal YouTube LP3ES, Senin (19/4).

Dalam peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022 pada Selasa (13/4), Firli menyebut, 1.550 orang tertangkap KPK. Dengan demikian, masih ada 262 juta rakyat yang baik.

Menurut Zainal, seharusnya penelitian Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, yang menjadi acuan, khususnya dalam aspek korupsi politik. Riset tersebut menyebutkan, 33% orang mengaku menerima uang dalam pemilihan umum (pemilu).

"(Ada) 30-an sampai 33% orang menerima atau melakukan money politic dalam proses pemilu. Jadi kalau 250 (juta penduduk) kita, 30% itu sekitar 80 juta," ucapnya.

Baginya, ucapan Firli benar jika korupsi hanya di lihat dari kacamata kasus di lembaga antirasuah, Apabila dikembangkan, jumlahnya bisa jauh lebih banyak.

"Misalnya praktik korupsi. Kalau kita lihat orang-orang bikin SIM (surat izin mengemudi) masih nembak, itu masih berapa persen? Lebih dari 20% pelayanan publik itu. Jadi kalau 250 juta, kalau pakai rata-rata itu, berarti 20% sekitar 50 juta (orang)," tuturnya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, Zainal berpendapat, logika pernyataan Firli tidak logis. "Tapi dibahasakan bahwa korupsi adalah kasus biasa. Korupsi bukan lagi extraordinary crime, makanya pemberantasannya harusnya biasa-biasa saja."

Sponsored
Berita Lainnya