sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ojek online keluhkan dampak pemadaman listrik

"Rata-rata setiap hari dapat Rp200.000, sedangkan kemarin hanya dapat Rp25.000."

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 05 Agst 2019 13:22 WIB
Ojek online keluhkan dampak pemadaman listrik

Pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu (4/8) mengakibatkan koneksi jaringan internet terganggu. Hal ini berdampak bagi beberapa mitra ojek online yang ada di Ibu Kota.

Abdurrahman (40), salah satu pengemudi ojek online Grab mengeluh pendapatannya turun 87,5% dari rata-rata pendapatan harian.

"Rata-rata setiap hari dapat Rp200.000, sedangkan kemarin hanya dapat Rp25.000," ujar Abdurrahman saat ditemui di Jalan Radio Dalam, Senin (5/8).

Biasanya, Abdurrahman mendapatkan 25 trip atau pelanggan setiap harinya. Namun, saat pemadaman listrik kemarin yang mengganggu koneksi jaringan, ia hanya mendapat dua trip.

"Saya coba jalan ke arah Pondok Indah, Gandaria City, dan Blok M, tetapi tidak ada orderan yang masuk juga. Terpaksa saya pulang," keluhnya.

Abdurrahman berharap, hal ini tidak terulang lagi. Sebab, menjadi pengemudi ojek online adalah ladang mencari nafkah untuk keluarga.

"Semoga cepat pulih kembali listriknya karena ada beberapa daerah yang belum nyala. Koneksi juga belum stabil," kata dia.

Senada, Hadi (39) juga terdampak atas pemadaman listrik kemarin. "Mati lampu, mati koneksi, lumpuh semuanya. Saya cuma dapat tiga trip sejak Subuh sampai pukul 10.00 WIB," kata dia. 

Sponsored

Pengemudi Gojek yang sering mangkal di salah satu universitas di Jakarta ini mengaku hanya mampu mengantongi duit Rp50.000. Padahal setiap harinya dia bisa mendapat Rp300.000 hingga Rp350.000.

"Uangnya habis buat beli bensin, minum, sama makan saja. Jadi rugi deh, letih di jalan. Saya kira cuma sebentar, enggak tahunya sampai malam," kata dia.

Meski demikian, ia tetap berusaha mencari sinyal internet demi mendapat penumpang. Sebab, jika tidak mendapat uang lagi, dia tak bisa membeli makan malam untuk keluarganya. 

"Setiap hari pulang, pendapatannya buat beli makan istri sama dua anak. Dikumpulin buat bayar ini dan itu, kemarin saya pulang ya tidur saja," katanya.

Pengemudi ojek online lainnya, Idris (40) mengaku beralih menjadi ojek pangkalan di Gandaria City.

"Mau bagaimana lagi, daripada enggak dapat uang. Alhamdulillah ada saja yang order. Bahkan bisa main harga. Biasanya ojek online dari Gandaria City ke stasiun Rp10.000, kalau ojek pangkalan jadi Rp15.000-Rp20.000," ucapnya.

Meski tidak sebanyak pendapatannya seperti ojek online, dia tetap bersyukur masih mendapatkan penghasilan untuk membeli bensin dan makan. 

Di sisi lain, Juru Bicara Grab Indonesia mengaku Grab Indonesia menerima beberapa keluhan dari mitra pengemudi karena terdampak gangguan jaringan listrik pada Minggu (4/9).

"Grab Indonesia telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada para mitra dan ingin memastikan bahwa permasalahan ini sudah dalam penanganan," katanya.

VP Corporate Communications Gojek, Kristy Nelwan mengatakan, gangguan pasokan listrik berimbas pada jaringan komunikasi seluler yang menyebabkan tidak stabilnya kualitas layanan internet. Hal ini mengakibatkan kendala pemesanan layanan Gojek di beberapa area.    

"Namun, terkait gangguan pasokan listrik di beberapa wilayah kemarin, kami sampaikan bahwa aplikasi Gojek tetap beroperasi seperti biasa," ucap Kristy.