sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Amnesty minta pelaku peretas eks komisioner KPK ditangkap

Kasus ini mesti diusut jika Presiden Jokowi berkomitmen melindungi dan menjamin kebebasan berekspresi.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Rabu, 19 Mei 2021 08:19 WIB
Amnesty minta pelaku peretas eks komisioner KPK ditangkap

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menanggapi peretasan dan percobaan ambil alih akun aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat konferensi pers. Para korban diketahui getol mengkritisi tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dianggap kontroversial.

Menurutnya, peretasan dan percobaan ambil alih akun media sosial pengkritik TWK adalah pelanggaran hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi. Upaya itu bukan pertama kali terjadi pada orang yang lantang mengkritik kebijakan pemerintah.

"Kami memandang serangan seperti ini dapat dilihat sebagai pembungkaman kritik," katanya secara tertulis yang diterima Alinea, Rabu (19/5).

Konferensi pers yang dimaksud berlangsung pada Senin (17/5). Acara bertajuk "Menelisik Pelemahan KPK Melalui Pemberhentian 75 Pegawai" itu turut dihadiri eks komisioner KPK, seperti Busyro Muqoddas, Bambang Widjojanto, Saut Situmorang, M. Jasin, Adnan Pandu Praja, dan Agus Rahardjo.

Usman menambahkan, kasus tersebut harus diusut jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen melindungi dan menjamin kebebasan berekspresi. Ditekankannya, pengusutan harus dilakukan secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Semua pelaku peretasan wajib ditangkap, diproses dengan adil, dan dijatuhkan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku," tegasnya.

Dalam forum virtual jumpa pers itu, Busyro mengaku, gawainya diretas orang tak dikenal. "Barusan HP saya juga di-hack," ujarnya yang disiarkan kanal YouTube Sahabat ICW.

Hal senada dialami Bambang bahkan dia mendapatkan serangan siber dua jam sebelum acara pada pukul 13.00 WIB. "Mohon maaf agak terlambat masuk karena HP saya diganggu, sangat diganggu dan WA (WhatsApp) saya sekarang sudah di-hijack, kira-kira dua jam sebelum acara dimulai," ucapnya.

Sponsored

Serangan terhadap Bambang tidak berhenti sampai di situ. Pangkalnya, gawai sering menerima telepon dari nomor tidak dikenal selama konferensi pers.

Hal senada dialami moderator acara sekaligus staf Divisi Penggalangan Dukungan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW), Nisa Zonzoa.

Secara umum, jumpa pers dalam jaringan juga sering mengalami gangguan teknis. Berdasarkan hitungan Alinea, lebih dari lima kali mikrofon eks Ketua KPK Agus Rahardjo tiba-tiba ter-mute dengan sendirinya.

"Nah, ini ke-mute lagi, Pak (Agus)," kata Nisa.

"Ya, jadi enggak tahu, ini terus-terusan begitu," timpal Agus. "Ini videonya malah..." sambungnya yang langsung terputus kembali. 

Menurut Usman, sepanjang konferensi pers memang banyak gangguan, seperti penunjukan foto dan video porno di dalam ruangan Zoom Meeting. Percobaan peretasan juga terjadi pada aktivis ICW selain Nisa dan anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta serta Lokataru Foundation.

Berita Lainnya