sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Andi Arief sebut Hasto rajin bajak kader parpol lain

Politisi Partai Demokrat Andi Arief kembali membuat gaduh

Robi Ardianto
Robi Ardianto Kamis, 30 Agst 2018 15:21 WIB
Andi Arief sebut Hasto rajin bajak kader parpol lain
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Politisi Partai Demokrat Andi Arief kembali membuat gaduh, dengan melancarkan serangan kepada Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui cuittannya di media sosial. 

Melalui twitternya Andi Arief menuliskan, "Saya berharap Ibu Megawati bisa menertibkan dari mulai mulut sampai tindak tanduk Hasto yang sudah di luar batas ingin merusak Partai Demokrat, Kami bukan hanya marah tapi sudah taraf eneg," cuittan Andi. 

Tudingan lainnya yang dikatakan Andi Arief melalui cuitannya yaitu "Dulu Hasto sukses menggoda dan hampir mentransfer Abraham Samad menjadi Cawapres Jokowi, yang dari situ awal pemberantasan korupsi jadi bermasalah. Sekarang cara itu digunakan kepada kader-kader Demokrat. Anda tidak hebat, anda perusak," bunyi cuittan Andi Arief lainnya. 

 twitternya Andi Arief


Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto enggan menanggapi hal tersebut. 

"Lebih baik menyerang saya, daripada  pak Jokowi ya. Saya nggak (ingin) menanggapi hal tersebut, karena kami ini baru bergembira dan bersyukur Asian Games telah mempersatukan para pemimpin," tanggapan Hasto berkenaan dengan cuitan Andi Arief di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/8). 

Sekertaris tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin itu mengaku terus belajar dari politik olahraga yang menghargai nilai-nilai sportifitas dan daya juang. 

"Jadi hal-hal yang sifatnya serang-menyerang, kami  tidak akan menanggapinya," sebut Hasto. 

Sponsored

PDI Perjuangan juga membantah pernah membajak kader dari partai lain. Apalagi tokoh-tokoh tersebut tidak menyatakan bergabung ke PDI Perjuangan, melainkan mendukung Joko Widodo, karena kepemimpinannya. 

"Kami tidak memiliki pengalaman membajak kader dari partai lain," bantah Hasto. 

 

Berita Lainnya