sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemprov DKI gelontorkan anggaran BTT Rp183 miliar untuk Covid-19

Anggaran BTT DKI untuk membeli keperluan alat kesehatan dan APD.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 24 Mar 2020 15:42 WIB
Pemprov DKI gelontorkan anggaran BTT Rp183 miliar untuk Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Pemprov DKI menggunakan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) Rp183 miliar untuk penanggulangan coronavirus atau Covid-19 di ibu kota. Dalam APBD DKI 2020, alokasi anggaran BTT ada Rp 352,4 miliar. 

Pemprov DKI, dinilai tepat menggunakan alokasi anggaran BTT untuk penanganan Covid-19. Namun, penggunaannya harus tepat sasaran agar tidak terbuang sia-sia. 

Ketua Komisi A DPRD DKI, Mujiono menilai, landasan hukum penggunaan anggaran BTT ini merujuk pada Pasal 68 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, BTT merupakan pengeluaran anggaran atas beban APBD untuk keadaan darurat. 

Termasuk keperluan mendesak dan pengembalian atas kelebihan pembayaran dari penerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya. "Di Jakarta sudah mendesak. Makanya, harus digunakan," kata Mujiono di Jakarta, Selasa (24/3)

Dia menjelaskan, jumlah anggaran BTT dalam APBD DKI 2020 ada Rp352 miliaran. Namun, itu sudah terpakai untuk keperluan mendesak Pemprov DKI. Sedangkan, untuk Covid-19 Rp183 miliar sudah ditetapkan. 

Menurut politikus Partai Demokrat itu, setelah koordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) DKI, Saefullah, pemprov mengalokasikan sisa anggaran BTT sebesar Rp183 miliar, dari yang sudah ditetapkan dalam APBD DKI 2020.  "Instruksi penggunaan dari Sekdaprov DKI, sudah keluar sejak 17 Maret 2020," ungkapnya.

Pemprov DKI, juga telah mencairkan anggaran BTT sebesar Rp53 miliar untuk menangani kasus Covid-19 di Jakarta. Namun, kata Mujiyono, anggaran tersebut dinilai kurang, mengingat banyak keluhan dari kelurahan yang kekurangan anggaran untuk melakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya. 

Mujiyono menuturkan, anggaran Rp183 miliar digunakan tidak hanya untuk penyemprotan disinfektan. Tetapi, untuk kebutuhan lain. Terutama, memenuhi kebutuhan fasilitas tenaga medis. Yakni, membeli alat pelindung diri (APD). "Saya cek ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Anggaranya, sudah cair pak. Artinya, dalam waktu dekat kebutuhan APD dan yang lain di rumah sakit, bisa terpunuhi," ujar Mujiyono. 

Sponsored

Sementara itu, Kepala Unit Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, Iwan Setiawan menyatakan, ada lima mobil ambulans yang dioperasikan khusus menangani pasien Covid-19 di Jakarta.  

Menurutnya, ambulans gawat darurat tersebut berada di hampir setiap wilayah di ibu kota. Yakni, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. "Penempatannya begitu, tapi dalam kondisi sekarang tergantung kasusnya di mana," ujarnya.

Setiap ambulans, kata dia, ada dua orang petugas yang akan melakukan penjemputan pasien Covid-19. "Semua petugas dilengkapi dengan APD. Ya minimal dua orang, bisa dua orang atau juga bisa tiga orang," tandasnya.

Berita Lainnya