sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Buntut pernyataan Wiranto, pemerintah dinilai tak peka

Masyarakat Ambon mengerti pertanda alam dengan adanya gempa tapi pemerintah malah menilai sebagai hoaks.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Minggu, 06 Okt 2019 06:03 WIB
Buntut pernyataan Wiranto, pemerintah dinilai tak peka
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto telah meminta maaf atas ucapannya yang menyebutkan pengungsi gempa Ambon menjadi beban pemerintah. Meski telah meminta maaf, namun tokoh Maluku justru menyebut pernyataan Wiranto sebagai bukti pemerintah tidak peka atas kondisi masyarakat Ambon pascagempa bumi. 

Anggota DPR RI dari Maluku Saadiah Uluputty menilai negara sengaja menganggap pengungsi gempa sebagai beban pemerintah. Saadiah Uluputty merasa tersinggung dan menyebut pemerintah tidak serius dalam menangani korban bencana alam di Ambon. 

"Kami merasakan seperti sudah jatuh, tertimpa tangga, diinjak lagi," ujar Saadiah dalam diskusi Menjadi Maluku Bukan Beban Negara pada Sabtu (5/10).

Praktisi hukum Ismail Rumadan menambahkan, pernyataan Wiranto tersebut merupakan isyarat bahwa pemerintah telah gagal memahami konsitusi. Kalau tak memahami konstitusi, kata dia, apa yang bisa diharapkan dengan pemerintah saat ini. Sebab, konstitusi telah memaparkan kewajiban negara dalam mendukung dan menjamin perlindungan terhadap warganya.

"Bukan (mengartikan) Wiranto secara personal, tetapi merepresentasikan dari pemerintah. Kita punya pengalaman pulau Sipadan dan Ligitan yang lepas. Sebabnya apa? Pemerintah tidak memperhatikan pulau itu," ujar Ismail.

Seperti diketahui, Wiranto telah menyampaikan permintaan maaf secara resmi terkait pernyataannya yang dinilai menyinggung korban bencana di Ambon, Maluku. Menurutnya, ucapan itu tidak ada maksud menyinggung siapa pun, termasuk pengungsi korban gempa di Ambon. Namun, ucapannya justru mendapat tanggapan yang cukup ramai di media sosial.

"Bukan karena saya sengaja untuk menyakiti hati dan menyinggung perasaan masyarakat Maluku. Tetapi, apabila ada tersinggung dan sakit hati, secara tulus saya minta dimaafkan. Yang terpenting, langkah secara fokus melakukan aksi untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di Maluku," kata Wiranto. 

Wiranto menyampaikan permintaan maaf didampingi sejumlah elemen tokoh Ambon, di antaranya purnawirawan, pengacara, dan tokoh pemuda.

Sponsored
Berita Lainnya