sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Anies: Dampak banjir di Jakarta lebih baik dari daerah lain

Banjir DKI banyak dibicarakan orang, Anies bandingkan dengan banjir di Jawa Barat dan Banten

Khaerul Anwar Ardiansyah Fadli
Khaerul Anwar | Ardiansyah Fadli Kamis, 09 Jan 2020 16:37 WIB
Anies: Dampak banjir di Jakarta lebih baik dari daerah lain

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim dampak banjir di Jakarta jauh lebih baik dibandingkan dengan banjir di daerah lain, seperti Jawa Barat dan Banten.

"Banjir terjadi di Jawa Barat, Lebak, sampai Bekasi. Tidak semua dapat perhatian dalam percakapan, banjir di Jakarta malah ramai," kata Anies saat ditemui di Balaikota Jakarta, Kamis (9/1).

Anies mengaku banjir justru berdampak sangat serius di Jawa Barat dan Banten. Banjir di dua daerah tetangga Jakarta tersebut menyebabkan longsor, jembatan putus dan dampak serius lainnya.

"Di Jakarta tidak ada rumah longsor ataupun jalan rusak. Tidak ada penutupan kantor, mal, dan bunderan HI juga tidak tertutup," kata Anies

Oleh karena itu Anies menjelaskan tetap fokus menangani masalah banjir sehingga fasilitas publik di Jakarta dapat berfungsi secara normal. Dia tidak mau pusing memikirkan percakapan atau sentimen negatif tentang dirinya di media sosial.

"Jadi ada percakapan, ada juga kenyataan. Saya fokus pada kenyataan. Kenyataannya Indonesia sedang mengalami tantangan cuaca yang luar biasa. Pemerintah harus bekerja berdasar fakta," ucap dia.

Sebagai perbandingan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 20 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Provinsi Banten. Korban jiwa terbanyak di Kabupaten Lebak yakni berjumlah sepuluh orang, kemudian Kota Tangerang Selatan empat orang dan Kota Tangerang enam orang. Jumlah korban jiwa tersebut, berdasarkan data hari kedelapan penanganan pascabencana banjir dan longsor.

Plt Kepala BPBD Provinsi Banten Kusmayadi mengatakan ada lima kabupaten dan kota terdampak bencana banjir dan longsor, mencakup 182 desa, 43 kecamatan, sebanyak 63.431 kepala keluarga dan 149.431 jiwa.

Sponsored

"Sejak 1 Januari terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Banten," kata Kusmayadi usai rapat evaluasi penanganan bencana banjir di kantor BPBD Banten, Rabu (8/1).

Berdasarkan data BPBD Banten ada 1.226 rumah terendam, rusak ringan sebanyak 520 unit, rumah rusak berat 1.310 unit, jembatan 30 unit dan sekolah 19 unit di Kabupaten Lebak.

Sementara, ada empat unit rumah rusak ringan, enam unit rumah rusak sedang dan tiga unit rumah rusak berat di Kabupaten Serang. Kemudian di Kota Tangerang Selatan ada tiga unit rumah rusak berat, lima unit masjid rusak berat, satu gereja rusak berat dan 64 unit kendaran rusak.

Penanganan bencana akan difokuskan ke Kabupaten Lebak karena terdampak lebih luas dan masih ada beberapa daerah terisolir. Proses evaluasi masih dilakukan oleh petugas SAR gabungan di lapangan.

Berita Lainnya