sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Anies ingin 80% warga Jakarta beraktivitas di rumah

Penularan Covid-19 mengalami peningkatan saat Ramadan.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Rabu, 20 Mei 2020 13:44 WIB
Anies ingin 80% warga Jakarta beraktivitas di rumah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17185
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menargetkan aktivitas masyarakat di rumah mencapai 70-80% guna menekan penyebaran coronavirus anyar (Covid-19).

"Kita inginnya bisa sampai 70-80% yang berada di rumah. Makin banyak berada di rumah, makin rendah potensi penularan," ucapnya dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu (20/5). 

Sesuai data Universitas Indonesia (UI), ungkapnya, aktivitas warga Jakarta di dalam rumah kini 60% atau naik 20% dari sebelumnya. Capaian ini diklaim tertinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.

"Artinya, ada keseriusan warga di Jakarta untuk menangkis penularan dengan cara berada di rumah. Ini adalah satu kerja kolektif yang nanti akan kita lihat dampaknya," jelasnya.

Menurut Anies, aktivitas di dalam rumah berkolerasi dengan rendahnya angka penularan SARS-CoV-2. Dicontohkannya dengan berkurangnya jumlah kasus pada Maret 2020, di mana sekolah dan sejumlah tempat di luar rumah ditutup. 

"Kalau orang yang berada di luar makin banyak, maka kita bisa prediksikan dua minggu kemudian, 10 hari sampai dua minggu, kasusnya akan meningkat. Jadi, makin banyak orang berada di rumah, makin kecil penularan," ujarnya. 

Meski demikian, dia mengaku, kasus Covid-19 di Jakarta meningkat pada Ramadan karena mulai banyak masyarakat beraktivitas di luar rumah. Umumnya terjadi pada sore dan malam hari.

"Masuk bulan suci Ramadan, kita memang ketat di siang hari, tapi sore dan malam orang banyak keluar," ungkap bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Sponsored

Karenanya, Anies meminta masyarakat disiplin menaati peraturan untuk mencegah penularan Covid-19. Jaga jarak, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, dan cuci tangan, misalnya. 

"Bila kita ingin menuntaskan ini, maka kita harus disiplin berada di rumah. Sore hari, malam hari tetap berada di rumah. Ini tujuan kita, adalah membawa jumlah kasus positif per hari itu turun," tutupnya.

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Berita Lainnya