sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Anies tegaskan Jakarta siap lakukan lockdown

Sejauh ini, kebijakan yang diambil sebatas pembatasan interaksi (social distancing).

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Kamis, 19 Mar 2020 16:48 WIB
Anies tegaskan Jakarta siap lakukan <i>lockdown</i>
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2092
Dirawat 1751
Meninggal 191
Sembuh 150

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap melakukan kuncitara atau karantina wilayah (lockdown). Guna menekan pandemi coronavirus anyar (Covid-19).

"Kami di Jakarta, harus mengantisipasi semua kemungkinan," ucap Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, di Gedung Dinas Pendidikan, Jakarta, Kamis (19/3).

Pemerintah pusat telah menetapkan pandemi Covid-19 sebagai bencana nonalam nasional. Seiring luasnya penyebaran SARS-CoV-2 di Tanah Air.

Sementara, karantina wilayah–sesuai Pasal 1 huruf 10 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan–merupakan pembatasan penduduk dalam suatu wilayah, termasuk wilayah pintu masuk beserta isinya, yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.

Keputusan mengarantina wilayah menjadi wewenang pusat. Sebagaimana amanat Pasal 10 ayat (2) dan Pasal 14 UU Kekarantinaan Kesehatan.

Merujuk Pasal 11 dan Pasal 13, penyelenggaraannya pun dilaksanakan pusat. Namun, dapat berkomunikasi, berkoordinasi, dan bekerja sama dengan dunia internasional.

Meski begitu, pusat dapat melibatkan pemerintah daerah (pemda) dalam melaksanakan tanggung jawab selama masa karantina wilayah. Ini sebagaimana bunyi Pasal 55 ayat (2).

Hingga kini, terang Anies, langkah mitigasi yang dilakukan Pemprov Jakarta berupa pembatasan interaksi (social distancing). Berlaku di sejumlah ruang publik, perkantoran, dan tempat-tempat keramaian.

Sponsored

"Itu yang kita kerjakan sekarang. Jadi, dengan cara seperti itu, kita bisa mencegah terjadinya penularan," tuturnya.

Dirinya mengimbau, masyarakat Jakarta mengikuti langkah dan anjuran yang diterbitkan pemprov. Termasuk tetap bertahan di rumah.

"Kita minta kepada seluruh masyarakat ikut imbauan ini. Karena virus yang kita hadapi ini tidak terlihat, tetapi penularannya sangat pesat dan tidak pilih-pilih. Siapa saja yang berinteraksi dengan yang positif, punya potensi tertular juga," paparnya.

"Tidak bisa terjadi pencegahan ini, kalau hanya pemerintah menganjurkan. Tapi, masyarakat tetap melakukan interaksi," ujar bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sabtu, 04 Apr 2020 13:20 WIB
Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Jumat, 03 Apr 2020 13:12 WIB
Berita Lainnya