sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Anies tiadakan aturan ganjil genap di pasar

Pemprov DKI melakukan pengetatan pengawasan di dua area.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Rabu, 01 Jul 2020 19:50 WIB
Anies tiadakan aturan ganjil genap di pasar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 132816
Dirawat 39290
Meninggal 5968
Sembuh 87558

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan ada dua area atau tempat yang menjadi penularan utama Covid-19, yakni pasar dan transportasi publik (KRL). Dia juga menyebut akan meniadakan aturan ganjil-genap di pasar tradisional.

"Ada dua area yang akan dilakukan peningkatan pengawasan dalam evaluasi selama satu bulan ini, ada dua area utama yang sering menjadi tempat utama penularan. Pertama adalah pasar," kata Anies dalam jumpa pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Anies menuturkan, setidaknya ada 19 pasar yang sempat ditutup dalam periode satu bulan ini dan terus akan melakukan pengetatan pengawasan.

"Pasar yang dikelola oleh Pemprov DKI melalui PD Pasar Jaya jumlahnya 153 pasar, dan ada 150 pasar yang sifatnya berbasis komunitas yang bukan dikelola oleh institusi Pasar Jaya, tapi beroperasi di kawasan masyarakat. Jadi total ada kira-kira 300-an pasar, dan semua ini akan dilakukan pengawasan ketat," ujarnya.

"Jam operasinya akan dikembalikan normal, ganjil genap di pasar akan ditiadakan, tetapi jumlah orang masuk pasar akan dikendalikan," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pasar Jaya Arief Nasruddin meminta para pedagang di pasar tradisional tidak melayani mereka yang berbelanja tanpa mengenakan masker.

"Ketika ada pembeli yang enggak pakai masker jangan dilayani. Itu untuk menjaga pedagang agar bisa aman dan sehat," kata Arief saat dihubungi wartawan. 

Pihaknya, jelas Arief, telah mengawasi berjalannya protokol kesehatan Covid-19 di pasar tradisional. Kata dia, protokol itu mutlak harus dilakukan oleh pedagang pasar dan pengunjung. 

Sponsored

"Prinsipnya sederhana, semua protap Covid dijalankan. Perlu kesadaran bersama stakeholder secara disiplin dan konsisten," bebernya. 

Arief mengaku terus melakukan sosialisasi dan meminta pedagang agar bisa menjadi agen penyambung lidah dalam menyampaikan informasi kepada para pengunjung. 

Dia menyebut, pasar yang dinyatakan terdapat pedagang terpapar Covid-19 akan ditutup sementara untuk disterilisasi. Bahkan Perumda Pasar Jaya secara aktif telah melakukan test kepada para pedagang.

"(Test) Terus akan dilakukan. Angka statistik terpapar Covid dari angka 6600 pedagang yang di swab hanya 2% itu positif, negatifnya banyak, Alhamdulillah. Semoga tidak mengalami kenaikan drastis di pasar," pungkasnya. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang kembali masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase I selama 14 hari kedepan atau hingga 16 Juli 2020.

Berita Lainnya