sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Antisipasi banjir, Pemprov DKI siapkan 280 perahu karet

Pemprov DKI juga menyiapkan tambang dan tangga di setiap pos pemadam.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 19 Okt 2020 13:00 WIB
Antisipasi banjir, Pemprov DKI siapkan 280 perahu karet
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Pemprov DKI menyiapkan 280 perahu karet sebagai langkah antisipasi banjir di Jakarta. Perahu tersebut, diperuntukan untuk evakuasi warga saat banjir. 

"Ada 280 perahu karet sifatnya standby untuk penyelamatan dan evakuasi dan pos pemadam kami ada 139. Baik di kecamatan atau kelurahan satu pos minimal satu atau dua perahu karet," kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI, Satriadi Gunawan di Jakarta, Senin (19/10).

Satriadi mengaku, telah membuat rencana operasi evakuasi dengan membuat jalur evakuasi khususnya di lokasi-lokasi rawan banjir.

Selain perahu karet, menurut dia, peralatan lain untuk evakuasi seperti tambang dan tangga juga dipastikan ketersediannya di setiap pos pemadam.

"Pengalaman kalau banjir listrik mati, warga menggunakan alat penerangan seperti lilin. Kalau kebakaran penghuni rumah yang sedang di lantai atas, harus lompat ke tempat banjir, belum tentu masyarakat berani untuk lompat," ujarnya.

Satriadi menuturkan, telah menugaskan petugas damkar di seluruh wilayah di ibu kota untuk memeriksa kembali unit maupun peralatan evakuasi. Menurutnya, hal itu penting agar alat evakuasi siap pakai dan dapat digunakan.

"Perahu karet dipastikan prima, ini masih pra menghadapi banjir saya instruksikan anggota untuk cek kembali peralatan tambang, tangga, dan pastikan dalam keadaan siap siaga," ujarnya.

Diketahui, dalam beberapa hari terakhir, Jakarta dilanda hujan dengan intensitas ringan dan sedang. Akibatnya sejumlah wilayah di ibu kota terendam banjir lantaran naiknya permukaan air di beberapa pintu air.

Sponsored

Sementara itu, BMKG juga menyebut Indonesia akan memasuki musim penghujan pada akhir Oktober 2020 hingga Februari 2021.

Berita Lainnya