sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Antisipasi demo mahasiswa, meriam air disiapkan di depan istana

Satu unit kendaraan berikade polisi ini terparkir di perempatan Jalan Merdeka Utara dalam kondisi mesin menyala.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 14 Okt 2019 08:54 WIB
Antisipasi demo mahasiswa, meriam air disiapkan di depan istana

Satu unit water canon atau meriam air telah disiagakan di depan Istana Kepresidenan, tepatnya di samping pintu masuk Monumen Monas atau Monas hari ini. Water Canon disiapkan untuk mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa yang akan dilakukan mahasiswa.  

Kendaraan berikade polisi ini terparkir di perempatan Jalan Merdeka Utara dalam kondisi mesin menyala. Menurut petugas penjaga keamanan dalam Monas, Cawang, kendaraan meriam air tersebut baru saja disiagakan di lokasi.

"Baru pagi tadi disiagakan, katanya akan ada demo mahasiswa," kata Cawang saat ditemui di pintu masuk Monas pada Senin (14/10).

Saat ini, arus lalu lintas di Jalan Merdeka Utara dan Merdeka Selatan terpantau ramai lancar. Belum ada tanda-tanda akan ada penutupan jalan di kedua jalan tersebut. Kendaraan masih dapat melintas di jalan yang ada di sekitar Istana Kepresidenan. 

Di Monas, sejumlah anggota Sabhara Polri telah bersiap-siap dengan melakukan apel pagi di dalam kawasan Monas. Sejumlah truk dan bus yang membawa anggota Polisi tersebut tampak masuk ke dalam kawasan Monas.

Sekitar pukul 07.51 WIB sebanyak tiga gelombang anggota Brimob berpakaian serba hitam keluar dari kawasan Monas bergerak ke lokasi mobil water canon disiagakan.

Sebelumnya, santer diinformasikan mahasiswa akan menggelar demonstrasi menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP pada Senin, 14 Oktober 2019. Mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerbitakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membatalkan UU KPK yang telah disahkan DPR. 

Informasi seruan unjuk rasa susulan yang mengatasnamakan BEM SI tersebar di media sosial sejak Sabtu (12/10) lalu. Disebutkan, aksi unjuk rasa tersebut bakal dihadiri sedikitnya 2.000 mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta dan Bekasi. 

Sponsored

Selain di DPR, aksi unjuk rasa mahasiswa juga bakal diarahkan ke Istana Negara. Ada tiga tuntutan yang disuarakan. Pertama, meminta presiden untuk mencabut revisi UU KPK dengan mengeluarkan Perppu. Kedua, menolak revisi KUHP dan mendorong pemerintah bersikap mengenai pembakaran hutan Riau. Terakhir, menolak UU KPK.

Namun demikian, hal tersebut dibantah oleh Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Muhammad Nurdiyansyah. Dia mengklarifikasi seruan aksi unjuk rasa susulan menuntur penerbitan Perppu KPK itu. 

Menurut Nurdiyansyah, aksi unjuk rasa mahasiswa yang disebut bakal digelar Senin (14/10) besok itu tidak benar.  "Ini informasi hoax," ujar Nurdiyansyah melalui pesan singkat. 

Lebih jauh, Nurdiansyah juga meminta agar media untuk turut menginformasikannya kepada masyarakat terkait hal itu. "Bantu kabarin kawan-kawan media juga, ya," kata Nurdiansyah. (Ant)