sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Antisipasi La Nina, BNPB minta pemda melakukan mitigasi

Pada bulan ini, beberapa wilayah Indonesia memasuki musim hujan.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Selasa, 20 Okt 2020 15:26 WIB
Antisipasi La Nina, BNPB minta pemda melakukan mitigasi

Laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) mengabarkan, fenomena badai La Nina diprediksi mendorong kenaikan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia, Tahun ini akumulasi curah hujan diprediksi naik 20% hingga 40%. 

La Nina merupakan anomali iklim global dengan siklus dua hingga tujuh tahun di Samudera Pasifik dan berlangsung selama dua bulan. Fenomena ini ditandai dengan pendinginan yang tidak biasa, yaitu anomali suhunya melebihi minus 0,5 derajat celsius di area yang sama. 

Kepala BNPB Doni Monardo, mengatakan hal paling penting dalam mengantisipasi La Nina adalah melakukan mitigasi nonstruktural, dan lebih berfokus kepada masalah struktural atau masalah perilaku.

“Kalau kita sudah mempersiapkan diri, dengan memerhatikan masalah perilaku menjaga lingkungan dan juga mengantisipasi dengan kesiap-siagaan, hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya korban jiwa,” tambah Doni, Selasa (20/10).

Dalam beberapa tahun terakhir, BNPB telah melihat hasil positif yang telah dilakukan oleh banyak pimpinan di daerah dengan melibatkan begitu banyak komponen ketika ada informasi mengenai curah hujan yang tinggi. Misalkan saja dengan mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai untuk mengikuti informasi yang diberikan dari hulu. Kemudian masyarakat di hulu memberikan laporan, lalu hal itu akan diikuti dengan beberapa evaluasi ke depannya.

Pemerintah daerah di tingkat provinsi memang patut mewaspadai dampak hujan lebat di wilayahnya. BNPB telah mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkakan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

Pada bulan ini, beberapa wilayah Indonesia memasuki musim hujan. Wilayah tersebut antara lain pesisir Timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat.

Pemerintah daerah dan setiap pihak patut waspada mengingat fenomena La Nina yang terjadi di wilayah nusantara. Salah satu dampak yang dipicu oleh fenomena ini yaitu peningkatan curah hujan yang berujun pada bencana hidrometeorologi. 

Sponsored

Namun dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. BMKG merilis, pada Oktober-November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatera. 

Kemudian, pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

 

 

Berita Lainnya