sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Demonstran: Arab Saudi larang Rizieq pulang karena permintaan Indonesia

Kepulangan Rizieq Shihab urung terlaksana lantaran ada sebagian oknum yang menghalanginya.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Jumat, 22 Nov 2019 17:57 WIB
Demonstran: Arab Saudi larang Rizieq pulang karena permintaan Indonesia

Tak diperbolehkannya Imam Besar Front Pembela Islma (FPI), Habib Rizieq Shihab, pulang ke Indonesia dinilai sebagai bentuk perampasan hak asasi manusia (HAM). Demikian disampaikan Iqbal, perwakilan Front Mahasiswa Islam (FMI) dalam orasinya.

Menurut dia, Rizieq sebetulnya ingin pulang ke Indonesia. Akan tetapi, kata Iqbal, niat tersebut urung terlaksana lantaran ada sebagian oknum yang menghalanginya. Akibatnya, sampai saat ini Rizieq Shihab masih bertahan di Arab Saudi.

"Kita di sini, di depan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menyampaikan aspirasi kita bahwa ada seorang warga Indonesia yang ingin pulang. Akan tetapi beliau (Rizieq Shihab) dihalangi oleh sebagian oknum yang memang tidak suka terhadap kepulangan beliau,” kata Iqbal dalam orasinya di Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (22/11).

Iqbal mengklaim, Rizieq Shihab sebenarnya sudah beberapa kali mencoba pulang ke Indonesia. Namun, ada hambatan dan larangan pulang ke Tanah Air saat pimpinan FPI mengonfirmasi dan mengklarifikasi ke pemerintahan Arab Saudi.

"Di situ (pemerintah Arab Saudi) menyatakan bahwa ada oknum-oknum dari negaranya sendiri (Indonesia) yang menghalangi beliau (Rizieq Shihab) untuk pulang," ujar dia.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang dilansir akun Youtube Front TV, Rizieq Shihab berkomentar dengan nada tinggi soal dirinya yang tak diperbolehkan keluar dari Arab Saudi. Sambil menunjukkan dua lembar surat, Rizieq mengaku berulang kali tidak diperbolehkan pulang ke Tanah Air. 

Syarif Rahmat, warga negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi dan rutin mengadvokasi persoalan-persoalan buruh di negara kaya minyak itu, mengatakan lembar yang diperlihatkan oleh Rizieq adalah lembar taqrir tahqiq. Lembar itu berisi data identitas penduduk yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi atau Wazarah Dakhaliyah. 

Dalam lembar tersebut, dijelaskan Syarif, dicantumkan suatu keterangan bahwa pemegang lembar itu tidak diperbolehkan meninggalkan Arab Saudi jika memiliki persoalan hukum, seperti belum di-balagh hurub, balaq surtoh, atau terlibat kasus lainnya.

Sponsored