sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Arief Budiman minta Johan Budi jangan pojokkan KPU

Politikus PDIP Johan Budi mengkritik keras komisioner KPU dalam RDP.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Selasa, 14 Jan 2020 20:15 WIB
Arief Budiman minta Johan Budi jangan pojokkan KPU

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyebut tidak ada indikasi komisioner lain terlibat kasus Wahyu Setiawan. Jika memang ada keterlibatan komisioner lain, sambung Arief, KPU tegas mendorong agar segera ditangkap.

Hal itu diungkapkan Arief merespons pernyataann Anggota Komisi II DPR RI, Johan Budi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPR, KPU, Bawaslu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). 

"Tidak apa, tentu saya senang. Kalau ada yang terlibat harus ditangkap. Kalau enggak ada yang terlibat enggak boleh dikait-kaitkan gitu loh. Fair saja. Kalau tidak terlibat jangan dikait-kaitkan tapi kalau ada yang terlibat silakan ditangkap gitu saja," ujar Arief di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/1).

Dikatakan Arief, sebaiknya Johan tidak memojokkan Komisioner KPU lainnya terkait kasus Wahyu, karena KPU merespons tegas mengenai kasus ini dengan cara merekomendasikan sidang etik kepada DKPP.

Johan, sambung Arief, bisa melihat keseriusan KPU dalam menyikapi praktik lancung yang terjadi di lembaga pemilu tersebut. 

"Sampai hari ini kan gak ada, dan kami sudah sampaikan ke publik ke KPK juga gimana kami ambil keputusan untuk hal ini. Yang kemudian disangkakan menjadi perkara kepada Pak Wahyu Setiawan," terang Arief.

Diketahui, Anggota DPR dari fraksi PDIP Johan Budi mengkritik keras Komisioner KPU dalam RDP yang dihadiri Ketua KPU, Arief Budiman bersama tiga Komisioner KPU yakni Pramono Ubaid Tantowi, Evi Novida Ginting Manik, dan Ilham Saputra.

Johan menyindir mereka ihwal perkara suap yang menyeret Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Johan menyoroti wajah mereka berempat yang terkesan lesu pasacaoperasi tangkap tangan (OTT) KPK tempo lalu.

Sponsored

"Sebenarnya saya ingin bersemangat menanyakan ke KPU, Bawalu dan DKPP. Tapi saya lihat wajahnya Pak Arief itu agak lemas, Pak Ilham juga agak lemas, Bu Evi juga menunduk saja dari tadi," tutur Johan.

Johan mengingatkan agar keempat Komisioner KPU tersebut tidak terlalu pusing memikirkan kasus yang tengah menengerai KPU. Ia mendorong Arief Cs lebih baik fokus untuk urusan KPU kedepan.

Namun demikian, Johan mengingatkan bahwa kasus Wahyu telah mencoreng integritas komisioner KPU selama ini. 

"Tetap semangat Pak Arief, jangan manggut-manggut saja. Semangat, jangan menunduk, tegak pak. Nanti kan ketahuan nanti, siapa yang bermain, apakah satu komisiomer ataukah komisioner yang lain juga mencicipi," tutup Johan.

Diketahui, Komisioner KPU Wahyu Setiawan diduga menerima suap senilai Rp900 juta dari kader PDIP Harun Masiku. Wahyu meminta uang tersebut sebagai dana operasional agar Harun ditunjuk sebagai anggota DPR untuk menggantikan Nazarudin Kiemas, yang meninggal dunia sebelum menjalani pelantikan. 

Wahyu dibantu mantan anggota Bawaslu sekaligus kader PDIP Agustiani Tio Fridelina dan seorang kader partai berlambang banteng Saeful Bahri untuk memuluskan niat Harun menjadi anggota DPR melalui skema penggantian antarwaktu (PAW).

KPK telah menetapkan Harun dan Saeful sebagai tersangka pemberi suap. Adapun Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Berita Lainnya