sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Asal tak rusuh, Wiranto janji buka akses internet di Papua

Wiranto meminta maaf karena terpaksa membatasi akses internet di Papua.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Selasa, 03 Sep 2019 19:15 WIB
Asal tak rusuh, Wiranto janji buka akses internet di Papua

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta maaf kepada masyarakat Papua atas pembatasan internet yang terjadi di Papua dan Papua Barat. Menurut dia, pemerintah akan segera akses internet akan kembali normal jika situasi di Papua sudah kondusif.

"Kita masih butuh waktu sebentar saja. Jadi, tanggal 5 September nanti, kalau keadaan betul-betul kondusif, kita buka kembali," ujar Wiranto dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (3/9).

Wiranto menjelaskan, pembatasan internet dilakukan untuk mencegah berita-berita bohong atau hoaks beredar di tengah masih maraknya aksi unjuk rasa di Papua. Menurut dia, hoaks yang beredar potensial memperburuk situasi di Papua. 

"Karena banyak yang nimbrung. Banyak yang campur tangan. Banyak yang menggunakan kesempatan untuk ikut-ikutan mengacaukan keadaan itu. Dengan alat apa? Dengan alat-alat media sosial (medsos) atau dengan internet," terang Wiranto.

Di era digital seperti saat ini, Wiranto mengatakan, hoaks sangat mudah disebar. Dalam hitungan detik, kabar hasutan dan berita-berita dengan nuansa negatif bisa mengancam stabilitas keamanan di Papua. 

"Sehingga sulit bagi kami aparat keamanan untuk menstabilkan daerah itu. Salah satunya karena apa? Kebebasan media," ujar dia. 

Unjuk rasa mengecam kasus-kasus rasialisme dan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Jawa digelar di Bumi Cendrawasih hingga beberapa hari lalu. Unjuk rasa bahkan sempat membuat aktivitas ekonomi di Jayapura lumpuh total.

Demi menjaga situasi keamanan di Papua, Kementerian Komunikasi dan Informasi membatasi akses internet warga Papua. Warga masih bisa menggunakan sejumlah fitur di WhatsApp dan bertukar pesan menggunakan pulsa premium. 
 

Sponsored