sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

ASN terjangkit HIV di Kabupaten Sikka tak akan dipecat

Pemkab Sikka bakal melakukan pemeriksaan darah kepada ASN

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Jumat, 28 Sep 2018 10:08 WIB
ASN terjangkit HIV di Kabupaten Sikka tak akan dipecat

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan dirinya tidak akan memberikan sanksi kepada Aparatur Sipil Negera (ASN) yang bekerja di Pemerintah Kabupaten Sikka jika terjangkit virus HIV/AIDS. 

“Tidak ada sanksi yang diberikan kepada mereka,” ujarnya saat dihubungi pada, Jumat (28/9).

Fransiskus menyampaikan hal tersebut didampingi wakilnya, Romanus Woga, terkait dengan rencana 100 hari kerjanya selama memimpin Sikka guna mencegah penyebaran virus HIV/AIDS. 

Seperti diketahui Sikka adalah kabupaten dengan urutan ketiga terbanyak penyebaran virus tersebut setelah Kabupaten Belu dan Kota Kupang.

Adapun upaya yang dilakukan pihaknya saat ini telah melakukan pemeriksaan darah kepada ASN di lingkup Pemda Sikka. Sebab, dari informasi yang diperolehnya banyak ASN di daerah itu yang sudah terjangkit virus mematikan itu.

“Memang ada ASN yang sudah terjangkit. Namun karena kami belum tahu data pastinya oleh karena itu kami lakukan tes terlebih dahulu,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya proses pemeriksaan darah belum dilakukan karena beberapa hari terakhir ini ada sejumlah kegiatan besar di daerah itu, salah satunya adalah acara pentahbisan uskup Maumere yang dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, serta kedatangan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia.

“Nanti mungkin akan dimulai pekan depan. Tetapi saya akan bicarakan lagi dengan dinas terkait soal hal itu,” ujarnya.

Sponsored

Berdasarkan data sampai dengan Agustus 2018, penderita HIV-AIDS di Kabupaten Sikka sudah mencapai 705 orang dan menyebar hampir di 21 kecamatan yang ada. Ia mengakui bahwa jika hal ini tidak dilakukan, sulit bagi masyarakat untuk secara sadar dan mau memeriksa darahnya, sebab sudah pasti takut dan malu jika ketahuan mengidap virus HIV-AIDS.

“Pemeriksaan darah seperti itu akan dilakukan per triwulan, dan ASN wajib mengikutinya,” kata Fransiskus. (Ant)