logo alinea.id logo alinea.id

Badan Geologi ungkap pergeseran tanah berpotensi longsor di Lebak

Kondisi tanah jika tidak hujan akan baik-baik saja. Namun berbeda jika hujan turun.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Selasa, 12 Feb 2019 16:42 WIB
Badan Geologi ungkap pergeseran tanah berpotensi longsor di Lebak

Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta warga di dua desa Kabupaten Lebak, Banten untuk mengungsi ke tempat lebih aman karena adanya pergerakan tanah pada saat kondisi hujan. 

Penyelidik Bumi Badan Geologi Bandung PVMBG Kementerian ESDM, Yunara Dasatriana, mengatakan pihaknya belum bisa menentukan lamanya waktu pengungsian tersebut. Yang pasti, pihaknya sampai saat ini masih melakukan penelitian terkait adanya fenomena pergerakan tanah di dua lokasi yang salah satunya ada di Desa Sudamanik, Cimarga, Kabupaten Lebak. 

"Ini harus diwaspadai oleh masyarakat, karena hujan menurut perkiraan BMKG masih tinggi di bulan Februari. Curah hujan yang tinggi harus diwaspadai masyarakat. Karena itu, sebaiknya mengungsi ke lokasi yang jauh dari retakan," kata Yunara di Lebak, Banten pada Selasa, (12/2).

Ia menjelaskan, kondisi tanah jika tidak hujan akan baik-baik saja. Namun berbeda jika hujan turun. Tanah akan bergeser meski agak lambat. Hal tersebut berpotensi terjadi bencana longsor, terutama ketika hujan turun. 

“Memang kondisi geraknya lambat, tanah tidak akan sekaligus longsor. Kalau pergerakan tanah tipe rayap begini, akan mengalami perkembangan retakan. Ketika retak, bangunan pun akan terganggu karena fondasi dan permukaannya akan melebar," katanya.

Ia mengatakan, pada hasil pemeriksaan awal, secara umum bisa dijelaskan bahwa tanah di dua desa tersebut bergerak dengan merayap atau lambat. Karena pada saat dikontrol, topografi kemiringannya tidak terlalu terjal. Faktor demikian karena kondisi geologi antara tanah dan batuan yang ada di dalamnya mampu meresap air. 

"Kan secara geologi lokasi ini tersusun oleh batu pasir tuff, tuff ini mempunyai sifat yang sangat mudah meloloskan air, sementara di bawahnya itu ada terdapat lapisan napal (kapur kayu lumpur). Ini bisa dilihat dari peta geologi lembar serang. Dan berdasarkan pengamatan lapangan pun memang seperti itu. Barusan kami di sungai itu menemukan lapisan batu pasir tuff kemudian ada napalnya juga," katanya.

Terkait pergerakan tanah tersebut, lanjut Yunara, selain dipicu karena surah hujan, factor lainnya yakni karena di bawah terdapat sungai dengan debit air meningkat. Akibatnya, volume air yang meningkat itu menimbulkan erosi secara lateral.

Sponsored

"Dari bawah itu terjadi pelemahan juga oleh erosi lateral tersebut, kemudian kondisi di atas telah teresap air dan telah terakumulasi pada kontak antara batu pasir tuff dengan napal tadi. Makanya tanah bisa bergerak," katanya.

Karena kondisi tanah yang lemah akibat terjadinya erosi maka akan semakin mudah semakin bergerak. Kemudian, dilihat dari kondisi geologinya, permukiman ini memang searah dengan bidang perlapisan yang mengarah ke sungai. Dari hasil pemantauan, bahwa kemiringan lapisan tanah tidak terlalu terjal yakni hanya 10 drajat tingkat kemiringannya.

"Memang ada potensi dan sudah terjadi (gerakan). Dan rumah-rumah dekat sungai pun kondisi retakannya sudah intensif," katanya.

Hellboy: Film superhero dengan banyak lubang

Hellboy: Film superhero dengan banyak lubang

Sabtu, 20 Apr 2019 19:01 WIB
 Prabowo dan halusinasi kuasa

Prabowo dan halusinasi kuasa

Kamis, 18 Apr 2019 20:53 WIB