sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Banjir bandang hantam Aceh Tengah

Banjir masih berpotensi terjadi di pesisir utara-timur Aceh.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Rabu, 13 Mei 2020 21:20 WIB
Banjir bandang hantam Aceh Tengah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Banjir bandang menghantam empat kampung di Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Akibatnya, 11 unit rumah terendam material longsor dan tiga unit mobil hanyut terbawa air bah.

"Laporan sementara ada tiga titik yang paling parah terdampak banjir bandang yang melanda kawasan Kebayakan, namun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," ujar Kabag Humas Setdakab Aceh Tengah Salman Nuri,  Rabu (13/5).

Banjir yang melanda wilayah tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi. "Pak Bupati saat ini sudah di lokasi untuk memantau langsung dan melakukan penanganan terhadap musibah ini dengan instansi terkait," kata Salman.

Selain merendam belasan rumah, hujan deras tersebut juga membuat longsor di ruas jalan Takengon-Bireuen yang mengakibatkan lumpuhnya transportasi. Alat berat telah dikerahkan untuk menyingkirkan material longsor di ruas jalan tersebut.

"Kita berharap intensitas hujan dapat berkurang sehingga banjir yang melanda sejumlah kampong cepat surut dan kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada karena intensitas hujan diperkirakan masih tinggi," pungkasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, bahaya banjir masih berpotensi terjadi di pesisir utara-timur Aceh, karena hadirnya low pressure atau tekanan rendah di wilayah tersebut yang mengakibatkan turunnya hujan sedang hingga lebat.

"Kalau kita lihat dalam dua hari ini, masih berpotensi hujan sedang hingga lebat. Ini, dikarenakan masih adanya low pressure di sebelah utara Aceh," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Metrologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh, Zakaria di Aceh Besar.

Zakaria menjelaskan, udara bertekanan rendah di langit provinsi paling barat Indonesia tersebut akibat pengaruh cuaca dari Selat Malaka atau wilayah perbatasan negara jiran Malaysia.

Sponsored

Selain potensi hujan, lanjutnya, juga dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang yang bakal melanda wilayah Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Pidie, dan Pidie Jaya.

"Karena di situ, belokan arah anginnya lebih kentara. Kita melihatnya di radar cuaca yang kita miliki," terangnya.

Sedangkan wilayah barat-selatan Aceh, kata dia, perlu diwaspadai potensi akan bahaya terjadinya longsor, seperti Aceh Barat terutama kawasan Woyla.

"Potensi longsor lainnya di Aceh meliputi Aceh Tengah, Aceh Utara terutama bagian tengah yang melintas ke Bener Meriah, Bireuen, Bener Meriah sendiri, Aceh Tenggara, dan Subulussalam," pungkasnya. (Ant)

Berita Lainnya