sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Banjir bandang di Lebak: Ribuan rumah rusak, 100 santriwati terjebak

Warga masih menunggu kedatangan tim SAR dan berharap ada bantuan perahu karet untuk evakuasi.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Rabu, 01 Jan 2020 14:59 WIB
Banjir bandang di Lebak: Ribuan rumah rusak, 100 santriwati terjebak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Banjir bandang menerjang dua Kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, yaitu Kecamatan Cipanas dan Kecamatan Lebak Gedong. Ribuan rumah rusak diterjang banjir bandang akibat luapan air di dua sungai, yakni Sungai Cibeurang dan Cimangeunteung.

Camat Cipanas, Lebak, Banten, Najamudin mengatakan sebanyak 100 santri di salah satu Pondok Pesantren di Kampung Nunggul, Desa Sukasari, Kecamatan Cipanas, terjebak banjir. 

"Ada yang terjebak banjir 100 orang santri semuanya perempuan di Kampung Nunggul, Desa Sukasari, terjebak enggak bisa keluar. Tiga orang di tengah sawah juga ada yang terjebak," katanya di Cipanas, Lebak, Banten, Rabu (1/1).

Warga masih menunggu kedatangan tim SAR dan berharap ada bantuan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak di rumah, sawah, dan pondok pesantren. 

Adapun warga yang telah dievakuasi, mengungsi ke tempat-tempat aman seperti gedung sekolah atau masjid. Namun demikian, Warga khawatir air semakin meninggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Kaprawi mengatakan, ada lima desa terdampak banjir bandang di dua kecamatan tersebut. Di Cipanas ada dua desa, sementara Lebak Gedong tiga desa.

Dia menerangkan, banjir bandang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi turun mengguyur daerah tersebut sejak Selasa (31/12) kemarin. Karena hujan tidak kunjung reda, sekira pukul 08.00 WIB pagi tadi sungai Ciberang yang berada di daerah tersebut meluap dan air dengan deras menerjang permukiman warga.

"Memang hujan dari kemarin siang sampai saat ini masih hujan, tapi arahnya masih sebagian kabupaten lebak mengalami cuaca ekstrim. Kalau banjir baru pagi," katanya.

Sponsored

Disampaikan kaprawi, banjir bandang yang menerjang dua kecamatan tersebut masih mengalir deras dan menggenangi pemukimam warga. Saat ini pihaknya sedang melakukan evakuasi korban yang rumahnya diterjang banjir.

"Rekan relawan, TNI, Polri, sedang di lapangan untuk evakuasi. Sesuai arahan Ibu Bupati, kita harus melakukan penyelamatan secara maksimal terlebih dahulu," katanya.

BPBD Lebak belum mengetahui secara pasti jumlah bangaunan rusak dan korban akibat peristiwa ini. Hingga saat ini petugas masih berada di lapangan melakukan evakuasi dan pendataan.

"Kerusakan bangunan dan korban jiwa kita belum tahu karena kita masih melakukan evakuasi atau penyelamatan dulu," katanya.

Berita Lainnya
×
img