logo alinea.id logo alinea.id

Bank BUMN dibobol, Kudo klaim tak ada masalah di aplikasinya

Ada dua bank BUMN yang menjadi korban pembobolan. Namun, baru satu yang melapor ke polisi.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 11 Sep 2019 16:47 WIB
Bank BUMN dibobol, Kudo klaim tak ada masalah di aplikasinya

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri hingga kini masih mendalami kasus pembobolan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lewat aplikasi Kudo. Akibat pembobolan tersebut, salah satu bank BUMN yang melapor ke polisi mengaku mengalami kerugian mencapai belasan miliaran rupiah.

Menanggapi kasus ini, pihak Kudo akhirnya angkat bicara. Lewat bagian Communications Specialist, Purinta Nira Diani, mengatakan Kudo telah berkoordinasi dan mengapresiasi Direktorat Siber Bareskrim Polri terkait langkah-langkah yang telah ditempuh untuk mengungkap kasus ini.

“Kudo terus melakukan usaha tanpa henti dan upaya terbaik guna memastikan aplikasi Kudo tetap menjadi aplikasi yang aman dan terpercaya untuk terus mendukung usaha memajukan warung dan usaha kecil di Indonesia,” kata Purinta Nira Diani melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Rabu (11/9).

Menurut Purinta, soal adanya celah keamanan pada aplikasi Kudo yang menyebabkan terjadinya pembobolan bank BUMN, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap aplikasi Kudo. Hasilnya, Purinta mengklaim tak ada kesalahan atau pun masalah keamanan pada aplikasi Kudo. 

“Kudo akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian dan pihak lainnya terkait kasus ini,” kata Purinta. 

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan terkait kasus pembobolan bank BUMN melalui aplikasi Kudo, pihaknya masih memburu dua pelaku yang saat ini telah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Selain dua pelaku yang tengah diburu, kata Dedi, ada sindikat lainnya yang juga melakukan tindak kejahatan serupa. Menurut Dedi, para sindikat tersebut membobol bank BUMN tersebut tak hanya melalui Kudo, tetapi juga lewat aplikasi lainnya. 

“Dari Direktorat Siber Bareskrim telah mengetahui adanya beberapa aplikasi selain Kudo yang digunakan para sindikat tersebut,” ujar Dedi.

Sponsored

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, dalam kasus pembobolan ini sebenarnya ada dua bank BUMN yang menjadi korban pembobolan. Hanya, sampai saat masih baru satu bank BUMN yang telah melaporkan kerugian atas pembobolan itu kepada kepolisian. Kendati demikian, Dedi enggan menyebut dua bank BUMN yang menjadi korban pembobolan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri mengungkap kasus pembobolan yang menimpa satu bank BUMN hingga mengalami kerugian Rp16 miliar. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menangkap dua tersangka berinisi RF dan YA. 

"Kedua tersangka yang ditangkap adalah seorang mahasiswa di salah satu Universitas Palembang berinisial YA (24) dan seorang wiraswasta berinisial RF (23)," kata Kepala Unit I Sub Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kompol Ronald Sipayung.

Dalam menjalankan aksinya, kata Ronald, kedua tersangka memanfaatkan celah keamanan di aplikasi Kudo untuk membobol bank BUMN tersebut. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku telah melakukan aksinya selama 6 bulan atau sejak 3 Desember 2018 sampai awal Juli 2019. 

“Dua tersangka ini telah membobol Rp1,3 miliar lewat aplikasi Kudo,” kata Ronald. 

Ronald menjelaskan, modus kedua tersangka melakukan pembobolan caranya dengan memanipulasi saldo saat seseorang melakukan transaksi. Kepada polisi, kedua pelaku mengaku mendapatkan cara demikian secara otodidak.