logo alinea.id logo alinea.id

Bank BUMN dibobol Rp16 miliar lewat aplikasi Kudo

Banyak celah di aplikasi Kudo yang dimanfaatkan pelanggan untuk melakukan pembobolan.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 10 Sep 2019 18:22 WIB
Bank BUMN dibobol Rp16 miliar lewat aplikasi Kudo

Sejumlah sindikat berhasil membobol salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lewat aplikasi Kudo. Akibat pembobolan itu, bank BUMN tersebut mengalami kerugian mencapai Rp16 miliar. Kasus ini pun diungkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri.

Kepala Unit I Sub Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kompol Ronald Sipayung, enggan menyebut nama bank yang menjadi korban pembobolan sejumlah sindikat tersebut. Namun demikian, ia memastikan sebanyak dua pelaku pembobolan telah tertangkap. 

“Kedua tersangka yang ditangkap adalah seorang mahasiswa di salah satu Universitas Palembang berinisial YA (24) dan seorang wiraswasta berinisial RF (23),” kata Ronald di kantor Humas Polri di Jakarta pada Selasa (10/9).

Dalam menjalankan aksinya, kata Ronald, kedua tersangka memanfaatkan celah keamanan di aplikasi Kudo untuk membobol bank BUMN tersebut. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku telah melakukan aksinya selama 6 bulan atau sejak 3 Desember 2018 sampai awal Juli 2019. 

“Dua tersangka ini telah membobol Rp1,3 miliar lewat aplikasi Kudo,” kata Ronald. 

Ronald menjelaskan, modus kedua tersangka melakukan pembobolan caranya dengan memanipulasi saldo saat seseorang melakukan transaksi. Kepada polisi, kedua pelaku mengaku mendapatkan cara demikian secara otodidak. 

“Jadi pelaku ini berhasil melakukan transaksi lewat aplikasi itu. Namun saldo di aplikasi itu tetap ada, tidak berkurang. Sementara semua transaksi yang dilakukan pelaku statusnya berhasil. Jadi, kan bank yang harus membayar itu semua karena aplikasi ini bekerja sama dengan bank," ucapnya.

Lebih lanjut, Ronald mengatakan, uang yang didapat pelaku dari hasil membobol bank tersebut kemudian digunakan untuk membeli mobil, notebook, jam tangan mewah, dan sejumlah properti lainnya. 

Sponsored

Akibat poerbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 378 KUHP dan/atau pasal 372 KUHP dan/atau pasal 362 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00.

Ronald menambahkan, pihaknya tak berhenti hanya pada kedua pelaku yang sudah diamankan itu. Tetapi, terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang juga melakukan pembobolan lewat aplikasi Kudo. Sejauh ini, kata dia, pihak kepolisian telah menetapkan dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

“Karena memang total kerugian bank BUMN akibat pembobolan tersebut mencapai Rp16 miliar. Ini dilakukan oleh beberapa sindikat,” kata Ronald.