sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bantuan Rp1,4 juta per pasien isoman Covid-19 rawan bocor

Komisi IX DPR juga mempertanyakan peruntukan anggaran tersebut nantinya lantaran banyak pasien yang belum menerima.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 08 Feb 2021 19:17 WIB
Bantuan Rp1,4 juta per pasien isoman Covid-19 rawan bocor

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengalokasikan anggaran bagi pasien konfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan yang menjalani isolasi mandiri (isoman) sekitar Rp5,5 triliun. Rencana tersebut dikritisi Komisi IX DPR RI karena dianggap janggal.

"Ternyata selama ini Kemenkes menganggarkan untuk isolasi mandiri, kalau saya enggak salah besarannya Rp1,4 juta per pasien. Apakah semua kalangan yang lakukan isolasi mandiri itu diberi anggaran yang sama? Mau mampu, tidak mampu sama, sama-sama dikasih Rp1,4 juta?" kata Anggota Komisi IX DPR, Ashabul Kahfi, saat raker bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang disiarkan secara daring, Senin (8/2).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu curiga akan terjadi kebocoran anggaran dalam pos ini. Pasalnya, meragukan seluruh warga yang swakarantina mendapat hak Rp1,4 juta tersebut.

"Saya curiga ini akan bisa menjadi sumber kebocoran anggaran karena mungkin kalangan menegah ke atas dia tidak terlalu tertarik dengan angka Rp1,4 juta itu. Mungkin karena dia gengsi atau mungkin kebutuhan gizi yang dia perlukan lebih besar dari Rp1,4 juta ini," tuturnya.

Anggota Komisi IX DPR lainnya, Rahmad Handoyo, mempertanyakan peruntukan penyaluran dana isoman. Sebab, sebagian besar konstituen di daerah pemilihannya (dapil) tidak mendapat bantuan tersebut.

"Ini ada Rp1,4 juta, Pak, yang dapat hak entah itu vitamin, pemenuhan gizi. Sudahkan yang selama ini berjalan itu sudah berjalan belum?" ucapnya.

"Kalau jalan, Pak, berarti banyak juga yang enggak jelas, Pak. Ini anggarannya besar sekali, Pak, hampir Rp5 triliun," imbuhnya.

Meski demikian, Rahmad mendukung rencana tersebut dengan catatan penyalurannya tepat sasaran dan sampai kepada rakyat.

Sponsored

"Tetapi kalau ternyata saudara kita yang isolasi mandiri kemudian didata, oh, ini jumlahnya sekian ribu ternyata tidak sampai, itu ada potensi lost, potensi moral hazard di lapangan," ujar Rahmad.

"Nah, ini memang, mohon maaf, karena memang besar, Pak Menteri. Jadi, harus 'dipelototi' betul. Saran saya, Pak Menkes juga harus benar-benar melihat," saran dia.

Kemenkes menetapkan pagu anggaran 2021 sebesar Rp84,3 triliun. Ia juga mendapat suntikan anggaran tambahan Rp134,46 triliun untuk pencegahan dan perawatan. Pendistribusiannya mencakup tiga hal utama, diagnostik sebesar Rp13,76 triliun, vaksin Rp58,18 triliun, dan pengobatan Rp61,85 triliun.

Anggaran diagnostik mencakup kegiatan pelacakan (tracing) sebesar Rp12,56 triliun dan pengetesan (testing) Rp1,2 triliun. Pemerintah juga alokasikan anggaran vaksinasi Covid-19  sebesar Rp58,18 triliun.

Berita Lainnya