sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bappenas siapkan strategi penanganan anak tidak sekolah

Di 2019 masih terdapat 4,3 juta anak Indonesia yang tidak bersekolah.

Zahra Azria
Zahra Azria Rabu, 23 Des 2020 13:58 WIB
Bappenas siapkan strategi penanganan anak tidak sekolah

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta UNICEF bekerja sama dalam rangka penyusunan Strategi Nasional (Stranas) penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Stranas penanganan ATS bertujuan untuk memastikan adanya penguatan, perbaikan, perluasan, dan koordinasi yang efektif dari berbagai program dan inisiatif yang dilakukan pemerintah, serta masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak di Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, sasaran anak yang perlu diintervensi dalam penanganan ATS, berfokus pada penanganan potensi putus sekolah, yaitu anak yang terlanjur putus sekolah, anak yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, hingga anak yang sama sekali belum pernah mendapatkan layanan pendidikan.

Hal itu dikatakan Suharso dalam peluncuran dan peresmian “Strategi Nasional Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Diseminasi Nasional Hasil Monitoring Anak Tidak Sekolah dan Anak Berisiko Putus Sekolah Akibat Dampak Pandemi Covid-19” pada Rabu, (23/12).

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Halim Iskandar menambahkan, penyebab ATS yaitu kesenjangan layanan pendidikan antar wilayah dan antar kelompok masyarakat masih relatif tinggi.  

"Kesenjangan mulai muncul pada jenjang sekolah menengah. Pada 2019 APM sekolah dasar di desa 97% sedangkan di kota 98,18%. APM sekolah menengah pertama di desa 74,98% sementara di kota 81,89%,” ujar dia pada Rabu (23/12).

Selain karena kondisi keterisolasiran wilayah dan masalah geografis, masalah utama ATS juga terkait faktor ekonomi. Kemudian ATS juga sangat erat kaitannya dengan isu anak. Seperti anak dengan disabilitas, anak yang bekerja, anak terlantar, anak jalanan, perkawinan usia dini, serta anak yang berhadapan dengan hukum.

Salah satu desa yang sudah menangani ATS dengan mengimplementasi hasil Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) adalah Desa Cibiru Wetan, Bandung. Untuk SIPBM reguler di Desa Cibiru Wetan jumlah sasaran pendataan sebanyak 5.400 kartu keluarga, saat ini jumlah yang sudah didata 757 kartu keluarga atau sebanyak 14,2%. Kemudian SIPBM ATS, yakni sebanyak 113 kartu keluarga yang menjadi sasaran, hingga saat ini sudah 100% dilaksanakan.

Sponsored

Sementara UNICEF Indonesia Representative, Debora Comini menyebutkan laporan terakhir UNESCO Institute of Statistics (UIS), sekitar 258 juta anak dan remaja di seluruh dunia tidak bersekolah.

“Laporan tersebut mengindikasikan belum ada kemajuan yang signifikan dalam menurunkan angka anak tidak sekolah secara global. Di sisi lain, Indonesia telah menunjukan kemajuan pesat dalam pencapaian berbagai target termasuk target yang terkait  dengan akses pendidikan,” ujar Debora secara daring.

Data Susenas menunjukan bahwa presentase anak usia sekolah tidak bersekolah terus menurun dari waktu ke waktu. Namun demikian di 2019 masih terdapat 4,3 juta anak Indonesia yang tidak bersekolah.

 

Berita Lainnya