sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Baru 88% listrik nyala pascatsunami menerjang Banten dan Lampung

Kelistrikan di Banten dan Lampung menyala sejak 25 Desember 2018.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 27 Des 2018 01:15 WIB
Baru 88% listrik nyala pascatsunami menerjang Banten dan Lampung

Sistem kelistrikan pascatsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung perlahan kembali normal. Saat ini sudah 88%  kelistrikan yang menyala dari seluruh wilayah yang terkena dampak tsunami Selat Sunda.

"88% listrik sudah menyala per tanggal 25 Desember 2018," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (26/12).

Sutopo menjelaskan, untuk Provinsi Banten, PT PLN (Persero) telah menyalakan 236 gardu dari 248 gardu distribusi yang padam. Sementara12 gardu lainnya dinyalakan menggunakan genset.

“PLN juga telah memperbaiki 50 tiang transmisi yang rusak. Perbaikan itu dilakukan oleh 199 personel gabungan yang didatangkan dari Jakarta dan Jawa Barat. Juga tambahan 43 genset telah tiba di posko Tarogong,” ujarnya.

Sedangkan untuk wilayah Lampung, PLN telah menghidupkan 20 gardu dari total 22 gardu yang
sempat padam. Selain itu, untuk 12 tiang listrik yang roboh dan patah juga telah selesai diperbaiki.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, untuk upaya pemulihan sejumlah pihak turut berkontribusi yakni TNI, Polri, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian ESDM, KKP, Basarnas, BMKG dan kementerian atau lembaga lainnya untuk mendampingi pemerintah daerah (Pemda) dalam penanganan darurat.

Posko tanggap darurat pun telah didirikan di sejumlah lokasi di Kabupaten Pandeglang yang berpusat di Gedung PGRI. Kemudian satu posko di Kabupaten Serang yang berpusat di Puskesmas Cinangka, dan posko lainnya di Kabupaten Lampung Selatan yang berpusat di Desa Way Muli dan Kunjir.

Tak hanya itu, 11 unit helikopter juga dikerahkan. Terdiri atas 3 helikopter dari BNPB yang fungsinya untuk pengiriman logistik dan mendukung kegiatan SAR di kawasan yang jauh dari jangkauan seperti di Sumur, Taman Jaya, dan Panin Ujung Kulon. Lalu 2 unit helikopter dari Polri, 2 helikopter Basarnas, dan 4 helikopter  TNI. 

Sponsored

Untuk dapur umum, Kementerian Sosial telah menyediakan sebanyak 12 dapur di mana 7 di antaranya berada di wilayah Banten dan 5 lainnya di Lampung. Adapun tenaga kesehatan sebanyak 147 orang diterjunkan oleh Kementerian Kesehatan yang terdiri atas 97 tenaga perawat, 25 dokter, 25 tenaga kesling sejak 24 Desember 2018. 

“Kemkes juga mengerahkan 36 unit ambulan, obat-obatan, dan kontainer pendingin jenazah,” paparnya.

Kemudian 17 tim siaga bencana ESDM sudah bertugas di lokasi pasca bencana tsunami Selat Sunda. Tim Gabungan yang terdiri atas BKSDA Bengkulu Lampung, Tim Rescue Vertical Indonesia, BNPB, Pramuka Peduli, dan Tim Relawan, melakukan evakuasi terhadap penyu-penyu yang terdampar dan satwa laut lainnya. 

"Pelepasan penyu ini dilakukan di Pantai Perak," katanya.

Di samping itu, untuk penanganan darurat, menurut Sutopo, Basarnas telah menerjunkan 250 personilnya serta mengerahkan 2 unit kapal (RIB Tanggamus LPG, RIB Banten), 6 unit peralatan darat, dan 2 unit heli (HR-3604 dan HR-1519) dan 1.835 personil TNI terlibat dalam penanganan darurat yang terbagi dalam 470 org di posko terpadu, 1,093 orang di Kabupaten Pandeglang, 131 orang di Kabupaten Serang dan 248 orang sebagai cadangan.

Terakhir, untuk alat berat dan truk, sebanyak 57 unit dikerahkan yang tersebar sebanyak 24 unit di Lampung dan 33 di Banten serta 4.687 BTS dari total 4.731 BTS eksisting sudah beroperasi kembali dan layanan komunikasi pun berangsur normal.