logo alinea.id logo alinea.id

Amien Rais tuding ada Tiongkok di balik rencana pindah ibu kota 

Amien Rais menuding pemerintah sedang menunggu kajian dari Tiongkok terkait pemindahan ibu kota.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Selasa, 03 Sep 2019 17:34 WIB
Amien Rais tuding ada Tiongkok di balik rencana pindah ibu kota 

Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta Presiden Joko Widodo membatalkan rencana memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur. Menurut Amien, rencana pemindahan ibu kota lebih banyak mengandung mudarat ketimbang manfaat. 

"Jadi, pesan kita dari ruang ini kepada Pak Jokowi, tentu enggak usah basa-basi ditinjau kembali, dan lain-lain. Jadi, dibatalkan saja. Selesai," ujar Amien dalam sebuah seminar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/8). 

Pemindahan ibu kota harus disertai payung undang-undang. Namun demikian, hingga kini pemerintah belum mengirimkan draf naskah undang-undang terkait pemindahan ibu kota. Pemerintah hanya baru mengirimkan kajian-kajian 'ringan' ke DPR. 

Amien menyebut pemerintah bukan sedang menunggu kajian komprehensif Badan Perencenaan Pembangunan Nasional (Bappenas), melainkan kajian dari Tiongkok. 

Sponsored

"Itu jelas sekali. Di dunia ini ada struggle for global supermacy, struggle for global hegemony antara Amerika dan Tiongkok. Kemudian, Tiongkok ini sekarang dari segi military power sudah hampir neck on neck. Hampir sama," ujarnya. 

Sebelumnya, pengamat geopolitik Hendrajit menilai pemindahan ibu kota tidak memperhatikan aspek geopolitik. Menurut dia, Kalimantan Timur dikepung Laut China Selatan yang saat ini menjadi 'pusat pertempuran' antara Tiongkok dan Amerika Serikat. 

Seharusnya, lanjut Hendrajit, Jokowi tidak hanya menimbang hitung-hitungan ekonomi dalam memutuskan pemindahan ibu kota. "Kita justru menjadikan Kalimantan sebagai wilayah penyangga negara yang sedang bermusuhan ini di Lautan China Selatan. Jadi ini, aspek security ini diabaikan karena untuk kepentingan ekonomi kelompok," ujarnya.