logo alinea.id logo alinea.id

Bawaslu gelar rapat soal laporan caleg usai aksi massa 22 Mei

Kerusakan kantor Bawaslu ada di lantai dua karena terbakar usai dilempar bom molotov.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Kamis, 23 Mei 2019 12:55 WIB
Bawaslu gelar rapat soal laporan caleg usai aksi massa 22 Mei

Pascabentrokan yang terjadi saat gelaran aksi massa 22 Mei 2019, hari ini, Kamis (23/5) kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berjalan normal. Bawaslu malah akan menggelar rapat untuk membahas laporan adiministrasi calon anggota legislatif atau caleg.

Demikian disampaikan anggota Bawaslu divisi Pengawasan dan Sosialisasi, Mochammad Afifuddin. Menurutnya, walaupun tadi malam atau Rabu (22/5) bagian lantai dua gedung Bawaslu terbakar, tak ada kerusakan berarti yang dapat menggangu jalannya operasional.

Bagian yang rusak, kata Afif, hanya sisi luar bangunan seperti kaca jendela di sisi gedung yang mengarah ke Jalan KH Wahid Hasyim. "Hari ini kami beraktivitas seperti biasa, kecuali kemarin kami tak bisa masuk gedung (Bawaslu),” kata Afifuddin.

Afifudin mengatakan, kemarin malam atau pada Rabi (22/5) sejumlah massa berkerumun di depan Gedung Bawaslu untuk menggelar aksi unjuk rasa menolak hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengumumkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019.

Selain itu, kata Rahmat Bagja, anggota Bawaslu, kerusakan juga ada di lantai dua Gedung Bawaslu karena terbakar usai dilempar bom molotov oleh massa pengunjuk rasa. Adapun lantai dua Gedung Bawaslu merupakan ruang tenaga ahli, tim asistensi, dan pimpinan Bawaslu. Pembakaran yang dilakukan massa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.

"Tidak ada pula dokumen-dokumen penting yang rusak. Petugas di Bawaslu sigap mengantisipasi," ujar Bagja.

Sementara itu di luar Gedung Bawaslu, petugas oranye membersihkan area jalan sekitar kantor di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta. Para petugas terlihat tengah mengangkut sampah sisa-sisa massa aksi 22 Mei itu. Mereka mengenakan masker dan mengolesi area sekitar mata dengan pasta gigi. 

Hal itu wajar karena meski area Sarinah lengang, tapi masih ada sisa efek gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan guna menertibkan unjuk rasa pada Kamis (23/5) dini hari. 

Sponsored

Petugas kebersihan menyapu jalanan dan mengangkut sampah-sampah sisa demonstrasi ke sejumlah mobil yang parkir di sekitar Sarinah. Berangsur kemudian mobil itu meninggalkan area Sarinah. Masyarakat yang melintas dan beraktivitas di sekitar Sarinah juga banyak mengenakan masker.

Adapun di kawasan tersebut relatif tidak ada kegiatan niaga. Polisi anti-Huru Hara pun masih bersiaga di jalan akses menuju Bawaslu, tepatnya di dekat perempatan Sabang menuju Jalan Wahid Hasyim.

Di dekat perempatan Sabang di Jalan Wahid Hasyim juga terpantau pos polisi yang rusak akibat dibakar massa. Di temboknya, terdapat juga tulisan berupa kutukan terhadap polisi.

Sejumlah polisi menjaga area tersebut dan sesekali tampak warga mengabadikan peristiwa melalui kamera ponsel mereka masing-masing. Sementara itu, area Bawaslu tergolong kondusif karena dilindungi pagar berduri.